Satu Tahun Sanga Sanga, Babak Baru Sang Peracik Asli
Kini, melalui Sanga Sanga, Bambang Pranoto menghadirkan inovasi yang lebih kaya, murni, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Tepat pada 13 Mei 2025, menandai satu tahun perjalanan Sanga Sanga, minyak balur herbal yang lahir dari tangan dan pengalaman panjang Bambang Pranoto, peracik asli Kutus Kutus.
Dengan tema “Melangkah Maju Mengukir Sejarah”, ulang tahun pertama ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga penegasan atas transformasi besar dalam dunia minyak herbal Indonesia.
Setelah melalui perjalanan hukum yang panjang, Pengadilan Negeri Surabaya telah memutuskan bahwa merek Kutus Kutus kembali kepada sosok yang meraciknya sejak awal: Bambang Pranoto. Keputusan ini menjadi titik terang yang memperkuat legitimasi beliau sebagai satu-satunya figur di balik racikan legendaris tersebut.
Kini, melalui Sanga Sanga, Bambang Pranoto menghadirkan inovasi yang lebih kaya, murni, dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Sanga Sanga Classic dengan 77 jenis herbal dan Sanga Sanga Ultimate dengan 140 jenis herbal telah mendapatkan respons luar biasa dari masyarakat Indonesia.
Produk-produk ini tidak hanya mengusung khasiat, tetapi juga menjunjung standar keamanan melalui sertifikasi BPOM dan halal MUI.
Kebenaran dan Keaslian Selalu Menemukan Jalannya
Riva Effrianti, CEO Sanga Sanga menyampaikan, "Kami memulai Sanga Sanga dengan keyakinan bahwa kebenaran dan keaslian akan menemukan jalannya. Satu tahun ini adalah awal dari sejarah baru—kami melangkah bukan hanya sebagai merek, tetapi sebagai warisan otentik dari seorang maestro herbal Indonesia."
Menurut Bambang Pranoto, "Sanga Sanga adalah wujud dari pengalaman saya selama lebih dari satu dekade meracik dan mengabdi lewat herbal. Apa yang kami hadirkan hari ini adalah produk yang lebih sempurna, lebih kuat, dan lebih setia pada akar pengobatan tradisional Nusantara." katanya.
Dalam satu tahun perjalanannya, Sanga Sanga mencatatkan sejumlah tonggak penting:
- Peluncuran resmi logo aksara Bali sebagai simbol transformasi dan identitas baru.
- Peresmian Museum Kutus Kutus & Sanga Sanga sebagai ruang edukasi sejarah herbal.
- Peluncuran buku autobiografi terbaru Bambang Pranoto, membagikan kisah perjuangan dan inspirasi.
Langkah awal ekspansi internasional ke pasar Eropa, dimulai dari Belanda. Sanga Sanga bukan sekadar pelanjut Kutus Kutus. Ia adalah bentuk baru dari semangat lama yang tetap menyala: keikhlasan meracik, ketulusan menyembuhkan, dan komitmen menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat.