Satgas MBG Kudus Perketat Higienitas dan Ketepatan Distribusi Makanan Bergizi Gratis
Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Kudus meningkatkan pengawasan higienitas dan jadwal pengantaran makanan untuk mencegah insiden keracunan, khususnya bagi pelajar, setelah evaluasi mendalam.
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, secara tegas mengingatkan seluruh koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih memperhatikan higienitas makanan. Penekanan juga diberikan pada ketepatan waktu pengantaran kepada penerima manfaat, terutama para pelajar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap insiden dugaan keracunan makanan yang sempat menimpa ratusan siswa di wilayah tersebut.
Ketua Satgas MBG Kudus, yang juga Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, menegaskan pentingnya peningkatan higienitas dan memastikan waktu memasak tidak terlalu lama dari jadwal distribusi. Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi bersama seluruh Kepala SPPG di aula Kodim Kudus pada Jumat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kudus serta seluruh Kepala SPPG di Kabupaten Kudus. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi terkait kasus dugaan keracunan yang dialami 131 siswa SMA Negeri 2 Kudus, serta kejadian serupa sebelumnya yang sempat menjadi perhatian publik.
Peningkatan Higienitas dan Ketepatan Waktu Distribusi Makanan MBG
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menekankan bahwa masalah higienitas perlu diperhatikan dan ditingkatkan secara serius. Selain itu, waktu memasak harus dipastikan tidak terlalu lama dengan jadwal distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Evaluasi menyeluruh dilakukan menyusul dugaan kasus keracunan yang menimpa 131 siswa SMA Negeri 2 Kudus. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait dalam program Makan Bergizi Gratis.
Sebanyak 47 siswa sempat menjalani rawat inap akibat insiden tersebut, namun kondisi mereka kini sudah membaik. Bellinda menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, sehingga langkah antisipasi perlu ditingkatkan.
Satgas MBG berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola dapur MBG dan mencegah terulangnya insiden yang membahayakan kesehatan penerima manfaat. Peningkatan kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama.
Perbaikan Tata Kelola Dapur dan Sosialisasi Menu Program MBG
Satgas MBG Kudus berencana melakukan perbaikan signifikan pada tata kelola dapur MBG. Ini termasuk sosialisasi menu makanan agar seluruh dapur MBG memiliki keseragaman menu yang telah teruji keamanannya.
Hasil evaluasi dan diskusi dari rapat koordinasi ini juga akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini menunjukkan komitmen untuk perbaikan sistematis dan koordinasi di tingkat nasional.
Untuk pengawasan yang lebih ketat, Bellinda menekankan pentingnya kelengkapan CCTV di setiap dapur SPPG, mencontoh penerapan yang sudah dilakukan SPPG Gondangmanis. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi.
Selain itu, setiap dapur juga diminta untuk membuat video harian terkait menu makanan dan bahan yang disajikan. Langkah ini diambil untuk menanggapi komplain masyarakat yang merasa apa yang diunggah di media sosial berbeda dengan yang diterima pelajar dan masyarakat.
Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Pihak untuk Keamanan Pangan
Ketua DPRD Kudus Masan turut kembali menekankan pentingnya pengaturan waktu memasak dan distribusi makanan. Ia mengingatkan bahwa makanan MBG maksimal harus dikonsumsi dalam waktu empat jam setelah dimasak.
Menurut penjelasan Plt Kepala Dinas Kesehatan, koordinasi antara jam masak dan jam makan harus benar-benar dikoordinasikan dan dikomunikasikan. Hal ini krusial untuk memastikan makanan tidak dikonsumsi melewati batas waktu layak konsumsi, yang berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan.
Masan juga menambahkan bahwa koordinasi antara Kepala SPPG dan pihak sekolah menjadi kunci utama. Tujuannya adalah agar makanan tidak dikonsumsi melewati batas waktu layak konsumsi, yang dapat memicu masalah kesehatan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa Kodim Kudus turut turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, serta akan terus berkoordinasi dengan Satgas MBG terkait langkah-langkah perbaikan ke depan.
Sumber: AntaraNews