Raharjati Nursamsa Raih Perunggu di World Climbing Series Krakow 2026
Raharjati Nursamsa, atlet panjat tebing Indonesia, meraih perunggu di nomor speed individu putra World Climbing Series Krakow 2026, mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Raharjati Nursamsa, atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, sukses meraih medali perunggu di nomor speed individu putra pada ajang World Climbing Series Krakow 2026. Keberhasilan ini menambah koleksi medali bagi kontingen Indonesia dalam kompetisi bergengsi tersebut. Perhelatan akbar ini berlangsung di Polandia, menarik perhatian pecinta olahraga panjat tebing dari seluruh dunia.
Medali perunggu tersebut diraih Raharjati pada Sabtu, 4 Juli 2026, setelah menunjukkan performa impresif di babak final. Ia mencatatkan waktu 4,79 detik dalam persaingan ketat dengan atlet-atlet top dunia. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras para atlet panjat tebing Indonesia di level global.
Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, mengonfirmasi kabar gembira ini. Selain Raharjati, atlet putri Desak Made Rita Kusuma Dewi juga berhasil meraih medali emas di nomor individu putri. Ini menunjukkan dominasi Indonesia di disiplin speed panjat tebing.
Perjalanan Raharjati Menuju Podium Dunia
Dalam babak final yang menggunakan format empat jalur, Raharjati Nursamsa bersaing ketat dengan tiga atlet lainnya. Mereka adalah Samuel Watson dari Amerika Serikat serta duo China, Yicheng Zhao dan Shouhong Chu. Persaingan ketat ini menunjukkan level kompetisi yang sangat tinggi di World Climbing Series Krakow 2026.
Samuel Watson berhasil merebut medali emas dengan catatan waktu impresif 4,6 detik. Sementara itu, medali perak jatuh ke tangan Yicheng Zhao yang membukukan waktu 4,69 detik. Raharjati berhasil mengamankan posisi ketiga dengan selisih waktu tipis dari para pesaingnya.
Sebelum melaju ke babak final, Raharjati telah menunjukkan performa gemilang di babak semifinal. Ia berhadapan dengan rekan senegaranya, Aditya Tri Syahria, Shouhong Chu, dan Luca Robbiati dari Italia. Babak semifinal juga digelar dengan format empat jalur yang menantang.
Dari babak semifinal tersebut, dua catatan waktu terbaik dari masing-masing jalur berhak melaju ke babak final. Raharjati dan Chu berhasil lolos dari satu jalur, sementara Watson dan Zhao melaju dari jalur lainnya. Ini menandai konsistensi Raharjati dalam setiap tahapan kompetisi.
Kontingen Indonesia di World Climbing Series Krakow 2026
Timnas panjat tebing Indonesia mengirimkan tujuh atlet terbaiknya untuk berlaga di World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia. Kontingen ini terdiri dari empat atlet putra dan tiga atlet putri, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam ajang internasional ini. Mereka semua berjuang keras untuk mengharumkan nama bangsa.
Selain Raharjati, atlet putra lainnya yang ikut serta adalah Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilni. Sayangnya, langkah Veddriq dan Antasyafi terhenti di babak 16 besar yang diikuti oleh 32 peserta. Meskipun demikian, pengalaman ini sangat berharga bagi perkembangan mereka.
Di sektor putri, Indonesia diwakili oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil mempersembahkan medali emas, menunjukkan kekuatan atlet putri Indonesia di disiplin speed. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi tim.
Ketujuh atlet tersebut tidak hanya berkompetisi di nomor individu putra dan putri, tetapi juga akan berpartisipasi dalam nomor estafet (relay). Mereka akan turun di kategori relay putra, relay putri, dan relay campuran. Ini memberikan peluang tambahan bagi Indonesia untuk meraih medali di ajang World Climbing Series Krakow 2026.
Sumber: AntaraNews