BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla Ribuan Hektare di Tiga Provinsi Prioritas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan karhutla yang telah menghanguskan ribuan hektare lahan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan, sekaligus antisipasi dampak El Nino.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla Ribuan Hektare di Tiga Provinsi Prioritas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan karhutla yang telah menghanguskan ribuan hektare lahan di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan, sekaligus antisipasi dampak El Nino. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan area seluas ribuan hektare di tiga provinsi prioritas nasional, yakni Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.

Operasi pemadaman dan pembasahan lahan terus digencarkan secara kolaboratif guna menekan perluasan titik api di wilayah-wilayah tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk mengatasi situasi darurat.

Penanganan ini dilakukan menyusul laporan luasan lahan terbakar yang signifikan sejak awal tahun 2026. Selain itu, BNPB juga memperkuat antisipasi menghadapi potensi dampak anomali iklim yang dipengaruhi El Nino dan musim kemarau panjang tahun ini.

Provinsi Kalimantan Barat mencatat luasan lahan terbakar terbesar dengan total mencapai 28.216,31 hektare sejak Januari hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru satelit, tim reaksi cepat di lapangan saat ini masih mendeteksi adanya 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah di wilayah tersebut.

Di Provinsi Riau, total luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 2 Juli 2026 mencapai 15.231,44 hektare. Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi. Meskipun akumulasi luasan lahan hangus di Riau cukup besar, tidak terdapat penambahan luas area terbakar baru berdasarkan laporan evaluasi terkini di lapangan.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan tercatat mencapai 305,39 hektare selama periode Januari hingga Juni 2026. Upaya pemadaman darat dan udara terus dilakukan secara masif di wilayah ini. Sebagai langkah konkret, satgas gabungan didukung BNPB melaksanakan operasi pengeboman air pada Kamis (3/7) yang berhasil menjangkau sekaligus menjinakkan kobaran api di area seluas sembilan hektare.

BNPB bersama satgas gabungan terus mengintensifkan operasi pemadaman dan pembasahan lahan secara kolaboratif. Strategi ini penting untuk menekan perluasan titik api di wilayah-wilayah terdampak. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemadaman ini.

Sebagai langkah konkret, operasi pengeboman air menjadi salah satu metode efektif yang digunakan. Contohnya, di Sumatera Selatan, operasi pengeboman air berhasil menjinakkan kobaran api di area seluas sembilan hektare. Metode ini memungkinkan pemadaman cepat di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain pemadaman langsung, BNPB juga fokus pada upaya mitigasi hidrometeorologi kering. Ini termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan. Langkah-langkah ini sangat krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran di musim kemarau.

BNPB memperkuat antisipasi menghadapi potensi dampak anomali iklim yang dipengaruhi El Nino dan musim kemarau panjang tahun ini. Fenomena El Nino dapat memperparah kondisi kekeringan, sehingga meningkatkan risiko karhutla. Persiapan dini sangat diperlukan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

Berbagai instrumen mitigasi hidrometeorologi kering kini tengah digulirkan secara nasional. Ini meliputi pembangunan sumur bor untuk ketersediaan air. Pemasangan pipa juga dilakukan untuk mempermudah akses air dalam upaya pemadaman.

Percepatan distribusi air bersih ke daerah rawan menjadi prioritas lainnya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan tim di lapangan dalam menghadapi tantangan kekeringan. Semua upaya ini menunjukkan komitmen BNPB dalam penanganan karhutla dan dampaknya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi