Puncak Arus Balik Terminal Kalideres: Penumpang Melonjak 27 Persen Pasca Libur Nataru
Puncak Arus Balik Terminal Kalideres mencatat lonjakan penumpang signifikan hingga 1.251 orang pada 3 Januari, naik 27 persen dari tahun sebelumnya, mengantisipasi kebutuhan transportasi pasca libur Natal dan Tahun Baru.
Terminal Kalideres, Jakarta Barat, mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang tiba pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 1.251 orang memadati terminal pada Sabtu (3/1), menunjukkan peningkatan aktivitas perjalanan pasca-liburan. Angka ini menandai berakhirnya periode libur panjang bagi banyak masyarakat.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengonfirmasi bahwa ribuan penumpang tersebut berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Kenaikan jumlah penumpang ini mencapai 27 persen dibandingkan data tahun sebelumnya, menunjukkan tren peningkatan mobilitas. Pihak terminal telah memprediksi puncak arus balik ini akan terjadi pada akhir pekan pertama Januari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres telah menyiapkan langkah strategis. Penambahan operasional angkutan malam hari (Amari) dengan bus Transjakarta menjadi salah satu upaya utama. Kebijakan ini bertujuan memastikan kelancaran dan ketersediaan transportasi bagi para pemudik yang kembali ke Jakarta.
Lonjakan Penumpang dan Perbandingan Tahun Lalu
Data terbaru dari Terminal Kalideres menunjukkan bahwa puncak arus balik tertinggi sementara ini terjadi pada 3 Januari 2026. Total 1.251 penumpang tercatat tiba di terminal pada tanggal tersebut, melampaui ekspektasi. Angka ini secara jelas mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat setelah merayakan Natal dan Tahun Baru.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, menegaskan bahwa lonjakan tersebut merupakan peningkatan yang signifikan. "Puncak arus balik tertinggi sementara ini di tanggal 3 Januari dengan total 1.251 penumpang. Angka itu naik sekitar 27 persen dibandingkan tahun lalu," kata Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu. Peningkatan ini menjadi indikator penting dalam evaluasi manajemen arus mudik dan balik.
Penumpang yang tiba di Terminal Kalideres berasal dari berbagai daerah, baik dari Pulau Jawa maupun Sumatera. Hal ini menunjukkan bahwa Terminal Kalideres berperan sebagai salah satu pintu gerbang utama bagi para pemudik. Prediksi awal mengenai puncak arus balik memang telah mengarah pada akhir pekan pertama Januari.
Antisipasi dan Penambahan Layanan Transportasi
Dalam menghadapi Puncak Arus Balik Terminal Kalideres, pihak pengelola telah mengambil langkah antisipasi proaktif. Salah satu strategi utama adalah penambahan operasional angkutan malam hari (Amari) yang menggunakan bus Transjakarta. Langkah ini dirancang untuk memastikan ketersediaan transportasi yang memadai bagi seluruh penumpang.
Nur Prasetyo menjelaskan detail penambahan layanan tersebut. "Untuk arus balik ini dari Transjakarta disiapkan enam unit bus angkutan malam hari yang beroperasi sampai pukul 05.00 WIB," kata Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres Nur Prasetyo, Sabtu (3/1). Ketersediaan bus Amari ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang pada jam-jam sibuk.
Prasetyo juga menambahkan bahwa fleksibilitas akan diterapkan jika kebutuhan meningkat. Ia menuturkan apabila penambahan operasional Amari itu masih kurang, maka jumlah armadanya akan ditambah lagi sesuai kebutuhan. "Jika masih kurang akan ditambahkan lagi," ungkap Prasetyo. Hal ini menunjukkan komitmen terminal dalam melayani masyarakat secara optimal.
Sumber: AntaraNews