Kakorlantas Pastikan Puncak Arus Balik Lebaran Gelombang Dua Terkelola Baik
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan puncak arus balik Lebaran gelombang dua pada Sabtu (28/3) berhasil terkelola dengan baik, meski jalur arteri sempat padat dan membutuhkan penanganan khusus.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan puncak arus balik Lebaran gelombang dua terkelola dengan baik. Kepadatan lalu lintas memang sempat terjadi pada Sabtu (28/3) di sejumlah ruas jalan utama. Namun, situasi tersebut berhasil diatasi berkat kesigapan petugas di lapangan.
Meskipun jalur arteri menunjukkan kepadatan yang cukup tinggi, jajaran Korlantas sigap merespons. Kapolda, Kapolres, dan Kasat Lantas turut serta turun langsung ke lapangan. Mereka berkolaborasi mengelola arus kendaraan, khususnya di wilayah Pantura dan Pantai Selatan.
Berbagai upaya rekayasa lalu lintas diterapkan secara optimal untuk menjamin kelancaran perjalanan pemudik. Hal ini dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang kembali ke kota asal. Polri berkomitmen penuh memastikan arus balik berjalan aman dan nyaman.
Pengelolaan Kepadatan di Jalur Arteri
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengakui adanya kepadatan signifikan di jalur arteri pada Sabtu (28/3) malam. Jalur ini menjadi salah satu fokus utama penanganan puncak arus balik Lebaran gelombang dua. Kepadatan tersebut meliputi area-area krusial seperti Pantura dan Pantai Selatan.
Namun, kepadatan lalu lintas berhasil diatasi dengan baik berkat koordinasi dan kerja keras seluruh jajaran kepolisian. Para petugas turun langsung ke lapangan untuk mengatur arus kendaraan. Mereka juga memberikan panduan arah kepada para pengendara yang melintas.
Upaya pengelolaan ini mencakup penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan. Kehadiran petugas di lapangan sangat membantu dalam menjaga kelancaran arus kendaraan. Ini merupakan bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Tol Trans Jawa
Selain jalur arteri, kondisi lalu lintas di jalan tol Trans Jawa juga menjadi perhatian utama selama puncak arus balik Lebaran. Kakorlantas menyebutkan bahwa kepadatan di ruas tol ini dapat terkelola dengan optimal. Pengaturan lalu lintas di tol berjalan sesuai rencana.
Manajemen rekayasa lalu lintas berupa contraflow lajur satu diterapkan secara efektif. Kebijakan ini diberlakukan dari KM 70 hingga KM 55. Langkah tersebut terbukti berhasil mengurai penumpukan kendaraan yang bergerak menuju arah Jakarta.
Penerapan contraflow ini dimulai dari KM 263 hingga KM 70, kemudian berlanjut ke Jakarta. Keberhasilan rekayasa lalu lintas ini menunjukkan kesiapan Korlantas dalam menghadapi volume kendaraan yang tinggi. Tujuannya adalah meminimalkan hambatan perjalanan bagi pemudik.
Peran Polri Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)
Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho menekankan pentingnya pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) setelah berakhirnya Operasi Ketupat 2026. KRYD ini bertujuan memastikan arus balik mudik tetap terkelola dengan baik. Ini adalah komitmen berkelanjutan Polri.
Perintah langsung dari Bapak Kapolri adalah untuk melaksanakan KRYD dengan sepenuh hati dan melayani masyarakat secara optimal. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan. Setiap petugas diharapkan memberikan pelayanan terbaik.
Polri hadir di setiap titik strategis untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik. Kehadiran petugas di lapangan merupakan wujud nyata pelayanan prima kepada masyarakat. Mereka siap membantu pemudik kapan pun dibutuhkan.
Sumber: AntaraNews