Kakorlantas Polri Ungkap Volume Kendaraan Capai 270 Ribu Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 mencatat rekor volume kendaraan hingga 270 ribu. Simak strategi Kakorlantas Polri mengelola lalu lintas dan menekan angka kecelakaan secara signifikan.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan volume kendaraan mencapai sekitar 270 ribu unit pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Angka ini tercatat pada 18 Maret 2026, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah mudik Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Agus di Gedung JMTC Jasa Marga, Jalan Akses Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (20/3). Kepadatan luar biasa ini menuntut penanganan khusus dari pihak kepolisian.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Kakorlantas Polri memberlakukan berbagai rekayasa lalu lintas inovatif. Langkah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Sukses Kelola Lonjakan Volume Kendaraan
Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai 270.315 kendaraan, sebuah jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lonjakan signifikan ini menjadi tantangan besar bagi manajemen lalu lintas nasional.
Menghadapi situasi tersebut, Kakorlantas Polri menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Penutupan sementara Jalan Layang Tol Mohammed bin Zayed (MBZ) dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan.
Selain itu, pemberlakuan sistem contraflow secara bertahap turut menjadi bagian dari strategi. Berkat pengelolaan yang cermat, arus lalu lintas dapat dikendalikan dengan baik.
Hasilnya, perjalanan pemudik dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung, Semarang, terpantau lancar. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas rekayasa yang diterapkan oleh pihak kepolisian.
Penurunan Angka Kecelakaan dan Fokus Pengamanan Pasca-Mudik
Di tengah tingginya volume kendaraan pada Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, terdapat kabar baik terkait keselamatan. Peristiwa kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar tiga persen dibandingkan periode tahun lalu.
Lebih lanjut, fatalitas korban akibat kecelakaan juga menurun drastis, mencapai 24,67 persen. Pencapaian ini merupakan indikator keberhasilan upaya pengamanan dan edukasi yang dilakukan Kakorlantas Polri.
Irjen Agus menegaskan komitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan capaian keselamatan ini di masa mendatang. Pengelolaan lalu lintas yang baik berkontribusi langsung pada pengurangan risiko di jalan.
Setelah arus mudik berakhir, fokus Kakorlantas Polri beralih pada pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ini termasuk pengelolaan arus balik Lebaran serta pengamanan objek-objek wisata yang diprediksi ramai pengunjung.
Sumber: AntaraNews