Volume Kendaraan di GT Cikatama Menurun, Puncak Arus Balik Lebaran Kedua Terlewati?
Volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikatama) menuju Jakarta terpantau menurun pada H+7 Lebaran, mengindikasikan puncak arus balik Lebaran kedua mungkin telah terlewati.
Volume kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikatama) yang mengarah ke Jakarta menunjukkan penurunan signifikan pada Sabtu (28/3), momen H+7 pasca-Lebaran. Penurunan ini terjadi dibandingkan dengan hari sebelumnya, Jumat (27/3), menandai perubahan dinamika arus balik.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan tercatat pada shift 1 pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas di GT Cikatama arah Jakarta sebanyak 17.000 kendaraan. Angka ini lebih rendah dari 25.000 kendaraan yang tercatat pada shift 1 hari Jumat (27/3).
Situasi ini mengindikasikan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 yang kedua, yang sebelumnya diproyeksikan terjadi pada 28 dan 29 Maret, kemungkinan besar sudah terlewati. Pengelola jalan tol terus memantau pergerakan lalu lintas dari arah Semarang-Batang.
Dinamika Penurunan Volume Kendaraan di GT Cikatama
Ria Marlinda Paallo dari PT Jasamarga Transjawa Tol menjelaskan bahwa penurunan volume kendaraan sangat terlihat jelas. Pada Jumat (27/3), dari shift 1-3 tercatat sebanyak 87.000 kendaraan melintasi GT Cikatama dari arah timur menuju Jakarta. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun masih ada pergerakan, intensitasnya tidak setinggi hari-hari puncak arus balik sebelumnya.
Penurunan ini diharapkan dapat membantu kelancaran lalu lintas secara keseluruhan, mengurangi potensi kepadatan yang signifikan. Pihak Jasa Marga terus memantau volume lalu lintas dari arah Semarang-Batang untuk mengantisipasi perubahan kondisi.
Meskipun terjadi penurunan pada H+7, perlu diingat bahwa pada H+6 Lebaran (Jumat, 27/3), arus lalu lintas di GT Cikatama ke arah Jakarta sempat mengalami lonjakan tertinggi mencapai 5.900 kendaraan per jam pada sore hari. Lonjakan ini juga dipengaruhi oleh diskon tarif tol 30 persen yang berlaku pada 26-27 Maret.
Proyeksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol memproyeksikan tanggal 28 dan 29 Maret sebagai puncak arus balik Lebaran 2026 yang kedua. Proyeksi ini didasarkan pada pola pergerakan pemudik dan jadwal libur masyarakat.
Puncak arus balik pertama telah terjadi pada 24 Maret, dengan sebanyak 106.000 kendaraan yang melintas di GT Cikatama menuju Jakarta. Angka tersebut menjadi tolok ukur bagi prediksi puncak kedua.
Jika proyeksi puncak kedua sekitar 90.000 kendaraan tercapai, Ria optimis bahwa pelayanan dapat optimal. Sebanyak 22 hingga 24 gardu dapat dioperasikan khusus untuk pengguna jalan dari arah timur menuju Jakarta di GT Cikatama, memastikan kelancaran transaksi.
Data Pergerakan Kendaraan Nasional dan Penegasan Kapolri
Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta selama periode mudik tercatat sebanyak 2.946.891 unit. Angka ini naik 20,49 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 1,82 persen dibandingkan Lebaran 2025.
Sementara itu, hingga Sabtu (28/3) pagi, jumlah kendaraan yang masuk kembali ke Jakarta telah mencapai 2.561.629 unit. Ini berarti masih tersisa sekitar 385.262 kendaraan atau 13,07 persen yang belum kembali.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa secara umum, puncak arus balik untuk Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi sudah terlewati. Beliau menyatakan bahwa hanya sekitar 13,07 persen lagi pemudik yang perlu dihadapi, menandakan fase akhir arus balik.
Sumber: AntaraNews