Puncak Arus Balik Nataru Kalideres Diprediksi Capai 1.300 Penumpang Akhir Pekan Ini
Terminal Kalideres bersiap menghadapi puncak arus balik libur Nataru 2025/2026 yang diperkirakan mencapai 1.300 penumpang, dengan penurunan signifikan dibanding tahun lalu.
Puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, yaitu Sabtu (3/1) hingga Minggu (4/1). Kepala Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Nur Prasetyo, menyatakan bahwa jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.300 orang. Fenomena ini menandai berakhirnya periode liburan panjang bagi banyak masyarakat yang kembali ke ibu kota.
Prediksi lonjakan jumlah penumpang ini menjadi perhatian utama bagi pihak pengelola terminal dan aparat terkait. Mereka telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Nataru. Kesiapan infrastruktur serta personel menjadi kunci dalam menghadapi kepadatan yang diperkirakan terjadi di Terminal Kalideres.
Meskipun demikian, data menunjukkan adanya penurunan jumlah penumpang pada tanggal 2 Januari 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan sekitar 9,56 persen tercatat, di mana pada tanggal yang sama tahun lalu jumlah arus balik mencapai 816 penumpang. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran pola perjalanan atau faktor lain yang memengaruhi mobilitas masyarakat.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Perbandingan Data Arus Balik
Terminal Kalideres telah melakukan persiapan matang untuk mengantisipasi puncak arus balik Nataru yang diprediksi terjadi pada hari Sabtu dan Minggu ini. Perkiraan 1.000 hingga 1.300 penumpang menjadi fokus utama dalam penyediaan fasilitas dan layanan. Pihak terminal berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik yang kembali setelah merayakan liburan.
Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres, Nur Prasetyo, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan data dan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada prediksi lonjakan, tren penurunan pada awal Januari menunjukkan dinamika yang menarik. Data ini menjadi acuan penting dalam perencanaan operasional puncak arus balik Nataru.
Perbandingan dengan tahun lalu menunjukkan adanya penurunan sekitar 9,56 persen untuk tanggal 2 Januari. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Terminal Kalideres mencatat 816 penumpang arus balik. Penurunan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan jadwal libur atau preferensi moda transportasi lain.
Meskipun ada penurunan pada satu tanggal, kewaspadaan tetap tinggi mengingat potensi kepadatan pada puncak arus balik Nataru. Koordinasi antar instansi terus dilakukan untuk memastikan semua berjalan lancar. Pengawasan ketat terhadap operasional bus juga menjadi prioritas utama demi kelancaran arus balik.
Kesiapan Posko dan Uji Kelayakan Armada Bus Jelang Arus Balik
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama periode arus balik Nataru, posko terpadu dan posko kesehatan di Terminal Kalideres masih beroperasi. Posko-posko ini akan terus melayani masyarakat hingga Senin (5/1), memastikan bantuan dan layanan medis tersedia bagi penumpang. Kehadiran posko ini sangat vital untuk penanganan cepat jika terjadi insiden selama arus balik.
Nur Prasetyo menambahkan bahwa dukungan dari TNI-Polri juga diperpanjang hingga 5 Januari 2026 untuk Posko Terpadu. Perpanjangan masa tugas ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama periode libur panjang. Sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan pengamanan arus balik Nataru.
Sebelumnya, dalam rangka menjamin keselamatan penumpang, sebanyak 340 unit bus telah menjalani "ramp check" atau uji laik jalan. Uji kelayakan ini dilakukan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Sabtu (20/12). Proses ini penting untuk memastikan semua armada bus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan untuk arus balik.
Dari total bus yang diperiksa, 16 unit dinyatakan belum laik jalan karena berbagai masalah teknis. Beberapa di antaranya adalah ban gundul, lampu mati, dan fungsi pengereman yang tidak maksimal. Kendaraan yang tidak lulus uji diimbau untuk segera melakukan perbaikan sebelum diizinkan beroperasi, demi keselamatan seluruh penumpang saat arus balik.
Sumber: AntaraNews