Puan Dorong Kepolisian Usut Tuntas Kematian Diplomat Kemenlu
Puan pun meminta pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus ini hingga pelaku terungkap, apabila diplomat muda tersebut meninggal karena dibunuh.
Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas di kamar kosnya Menteng, Jakarta Pusat.
"Terus mendorong proses penyelidikan dan penyidikan untuk ditindaklanjuti," kata Puan usai Rapat Paripurna di Gedung DPR, Selasa (5/7/2025).
Arya ditemukan meninggal dunia pada Selasa (8/7/2025) dalam kondisi kepala terlilit lakban dan tubuh terbungkus selimut. CCTV menunjukkan Arya sempat keluar kamar pukul 23.24 WIB pada (7/7) membawa kantong kresek hitam, lalu kembali tanpa membawa apa pun. Keesokan pagi, jenazahnya ditemukan setelah penjaga kos membuka jendela secara paksa.
Saat ini polisi masih mendalami penyebab kematian Arya Daru dan menargetkan waktu seminggu. Penyidik Polda Metro Jaya juga masih mendalami sejumlah bukti forensik baik dari kamera pengawas (CCTV), hasil autopsi dan digital.
Puan pun meminta pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus ini hingga pelaku terungkap, apabila diplomat muda tersebut meninggal karena dibunuh. "Proses tersebut kan butuh waktu tapi di tindaklanjuti sampai di tahap siapa yang memang jadi pelakunya," jelas Puan.