PSI Tegaskan Tak Ada Dualisme: Menteri Tetap Solid di Bawah Prabowo
Agus menegaskan, tidak ada dualisme kepemimpinan dalam kabinet.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menyoal kunjungan sejumlah menteri ke Presiden Joko Widodo pasca-Lebaran. PSI menilai tudingan tersebut lahir dari cara pandang yang sempit dan tidak berdasar.
"Kedatangan sejumlah menteri ke Pak Jokowi kemarin itu dalam rangka silaturahmi Idul Fitri. Kok malah dicurigai macam-macam? Kecurigaan yang lahir dari pikiran sempit. Silaturahmi itu perintah agama lho," kata Juru Bicara DPP PSI Agus Herlambang dalam keterangannya, Jumat (18/4).
Agus menegaskan, tidak ada dualisme kepemimpinan dalam kabinet. Para menteri disebut tetap bekerja dengan baik dan solid di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Para menteri selama ini bekerja dengan baik dan solid, mengikuti arahan Presiden Prabowo. Tidak ada dualisme kepemimpinan," ujarnya.
Silaturahmi Tak Harus Terputus
Lebih lanjut, Agus menilai silaturahmi adalah bagian dari etika sosial yang tidak boleh dinilai secara politis. Menurutnya, hubungan personal seperti itu harus dijaga bahkan setelah hubungan formal berakhir.
"Silaturahmi seharusnya tetap dilakukan sebagai individu, bukan sebagai anak buah. Karena di esensi silaturahmi terletak pada sikap saling menghormati sesama manusia, bukan karena didorong kewajiban formalistis sebagai anak buah, misalnya," pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan Mardani Ali Sera yang menyoroti kunjungan para menteri ke Jokowi menimbulkan perdebatan di ruang publik. Ia menyebut fenomena tersebut bisa menciptakan persepsi adanya “matahari kembar” dalam kepemimpinan nasional.