Profil Kapten Andy, Pilot Pesawat ATR yang Jatuh di Sulawesi Selatan
Andy Dahananto tinggal di Kabupaten Tangerang. Dia menjabat sebagai Direktur Operasi di Indonesia Air Transport (IAT) dan merupakan pemilik pesawat ATR 42-500.
Rumah duka Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026), dipenuhi dengan karangan bunga belasungkawa. Andy Dahananto adalah warga Perumahan PWS RT 06/03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dan juga menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport (IAT), pemilik pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut.
Bersama dengan enam kru pesawat lainnya, termasuk copilot Muhammad Farhan Gunawan dan kru lainnya seperti Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, serta Esther Aprilita, dia diduga menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ketua RT 06, Franciscus Nasir, mengenang Andy sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
"Dia cukup lama, beliau adalah sosok kepala keluarga yang sangat ramah dan orangnya tegas. Dan juga cukup sosial, membantu masyarakat ketika ada kesulitan apa saja," ujarnya. Andy telah tinggal di perumahan tersebut selama 30 tahun dan dikenal sebagai orang yang selalu siap membantu, baik dalam hal kebersihan maupun keamanan lingkungan. Dia merupakan lulusan akademi penerbangan Juanda dan memiliki satu istri serta dua anak.
"Beliau memiliki dua anak, yang satu udah selesai, dan jadi pilot juga dari jurusan penerbangan dulu," tambah Franciscus.
Para tetangga juga memberikan kesan positif mengenai Andy. Subandi Musibah menyatakan bahwa Andy dikenal baik dan ramah. Sebelum mendengar kabar kecelakaan pesawat tersebut, dia sempat melihat Andy beraktivitas setelah pulang dari Jakarta.
Peduli Lingkungan
"Dia sempat menyapa kabar keluarga saya. Seperti gimana kondisi kesehatan hingga tanya soal liburan keluarga, dia sangat ramah dan baik peduli lingkungan juga," ungkapnya.
Sejak Minggu (18/1/2026), rumah duka sudah ramai dikunjungi oleh pejabat dari pemerintah pusat dan daerah. Istri dan anak Capt Andy telah berangkat ke Sulawesi Selatan pada Senin dini hari untuk memenuhi panggilan terkait penemuan salah satu jasad korban kecelakaan tersebut.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik IAT dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa dua jenazah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Keluarga dan masyarakat sangat merasakan kehilangan atas sosok Andy yang telah banyak berkontribusi dalam kehidupan sosial di lingkungan mereka.