Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di pegunungan Bulu Saraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Pesawat nahas itu dipiloti oleh Capt Andy Dahananto.
Sosok Capt Andy Dahananto dikenal ramah dan tegas. Tidak hanya itu, pria yang juga menjabat Direktur Operasi Indonesia Air Transport juga kerap membantu warga yang sedang dalam kesulitan.
Demikian dikatakan Ketua RT 06, Perumahan PWS, Tigaraksa, Franciscus Nasir. "Dia cukup lama. Dan beliau adalah sosok kepala keluarga yang sangat ramah dan orangnya tegas. Dan juga cukup sosial, membantu masyarakat ketika ada kesulitan apa saja," katanya kepada wartawan di Banten, Senin (19/1).
Sosok mendiang Andy, kata Franciscus, juga perhatian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar kediamannya. Ia mengatakan latar belakang pendidikan Andy diketahui lulusan akademi penerbangan Juanda dengan memiliki satu istri dan dua anak.
"Beliau memiliki dua anak, yang satu sudah selesai, dan jadi pilot juga dari jurusan penerbangan dulu. Kemudian yang satu lagi udah lulus kerja di rumah online," kata dia.
Advertisement
Saat ini, pihak keluarga mendiang Capt Andy berangkat ke Makassar guna kepentingan tes DNA di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel.
"Pagi tadi (keluarga) berangkat. Cuma tidak tahu pasti jam berapa berangkatnya, yang pasti ke Makassar memenuhi panggilan terkait peristiwa kecelakaan pesawat," kata Franciscus.
Advertisement
Sebelumnya, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah Pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Pada hari kedua operasi SAR, sejumlah serpihan-serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang belum teridentifikasi telah ditemukan tim SAR gabungan di gunung setempat.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh kru pesawat dan tiga penumpang POB (Persons on Board). Ketiganya diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masing-masing Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Kru pesawat tujuh orang, dengan pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.