Profil Erick Thohir: Menpora Baru di Kabinet Merah Putih, Pernah Akuisisi Klub Inter Milan
Erick Thohir lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, merupakan putra dari Mochammad Teddy Thohir, seorang pengusaha terkemuka.
Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih. Prabowo melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo yang kena reshuffle kabinet pada pekan lalu.
Erick Thohir lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, merupakan putra dari Mochammad Teddy Thohir, seorang pengusaha terkemuka yang berperan besar dalam membesarkan Astra International. Ibunya, Edna Thohir, berasal dari Majalengka, Jawa Barat, dengan garis keturunan Tionghoa dan Sunda.
Dia memiliki dua saudara, Garibaldi Thohir dan Hireka Vitaya. Meskipun terlahir dari keluarga pebisnis, Erick dididik untuk mandiri dan tidak diperbolehkan langsung bekerja di perusahaan keluarga. Jiwa kewirausahaan sudah terlihat sejak dini, di mana dia memulai bisnis kecil-kecilan sejak usia 9 tahun.
Pendidikan
Sarjana (S1): Glendale Community College, California, Amerika Serikat (1991) dengan gelar Bachelor of Arts (B.A.).
Magister (S2): National University, California, Amerika Serikat (1993) dengan gelar Master of Business Administration (MBA).
Doktor Kehormatan (Honoris Causa): Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur (2023) dalam bidang Manajemen Strategi. Gelar ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, di mana ia juga menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Entitas Transformasi BUMN: Strategi Terobosan untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru'.
Perjalanan Karier
Karier Erick Thohir adalah mozaik dari berbagai peran penting di sektor bisnis, olahraga, dan pemerintahan:
* 1992-sekarang: Pendiri Mahaka Group, sebuah perusahaan induk yang bergerak di bidang media dan entertainment. Di bawah kepemimpinannya, Mahaka Group mendirikan Harian Republika (1993) dan mengakuisisinya kembali pada tahun 2001 saat di ambang kebangkrutan.
* 1997-awal 2000-an: Manajer Persija Jakarta.
* 2004-2010: Menjabat dua periode sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
* 2006-2014: Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua periode.
* 2009-2019: Wakil Komisaris Utama Persib Bandung.
* 2010-2019: Komisaris Utama Mahaka Media.
* 2012: Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London.
* 2013-2018: Mengakuisisi dan menjabat sebagai Presiden Klub Inter Milan, klub sepak bola Serie A Italia.
* 2014-2019: Direktur Utama PT Intermedia Capital Tbk, perusahaan induk ANTV.
* 2015-2019: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
* 2018: Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), sukses menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Asia.
* 2019: Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
* 2019-2024: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Kabinet Indonesia Maju, di mana ia melakukan reformasi dan transformasi signifikan pada BUMN.
* 2021-sekarang: Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
* 2021-sekarang: Pemilik saham Persis Surakarta.
* 2023-sekarang: Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), di bawah kepemimpinannya Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan.
* 2024-sekarang: Kembali menjabat sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
• 17 September 2025: Santer dikabarkan menjadi calon Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) setelah Dito Ariotedjo dicopot dari jabatannya pada 8 September 2025.
Prestasi Erick Thohir
* Akuisisi Inter Milan (2013): Menjadi pengusaha Indonesia pertama yang memiliki klub sepak bola Serie A Italia, menjabat sebagai presiden klub hingga 2018.
* Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC): Berhasil menyelenggarakan Asian Games ke-18 dengan sukses, meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
* Ketua Umum PSSI (2023): Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan performa, termasuk menembus Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan Timnas U17 lolos Piala Dunia U17 2025.
* Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Universitas Brawijaya (2023): Pengakuan atas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
* Penghargaan dari Indonesia Awards (2025): Diterima atas kinerja sebagai Ketua Umum PSSI, khususnya prestasi Tim Nasional Indonesia U-22.
* President's Award dari FIBA: Pengakuan atas dedikasinya dalam pengembangan olahraga bola basket.
* Penghargaan sebagai Pemimpin Visioner dari IDX Channel: Mengakui kemampuan kepemimpinannya dalam merumuskan dan mewujudkan visi strategis.
• Gelar Tokoh Syariah dari Majalah Investor: Pengakuan atas perannya dalam memajukan Masyarakat Ekonomi Syariah.