Presiden Jerman Tiba di Istana Merdeka, Puluhan Pasukan Berkuda Iringi Rangkaian
Puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia turut mengiringi rangkaian mobil Presiden Steinmeier hingga ke Istana Merdeka.
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/6). Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Jerman.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Presiden Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Steinmeier sempat memasuki dan mengelilingi kawasan Monumen Nasional (Monas).
Puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia turut mengiringi rangkaian mobil Presiden Steinmeier hingga ke Istana Merdeka.
Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) berseragam merah putih menyambut kedatangan Presiden Steinmeier di Istana Merdeka. Mereka membawa bendera Indonesia dan Jerman.
Presiden Steinmeier juga disambut dengan tarian khas Indonesia. Usai turun dari mobil, Presiden Steinmeier disambut langsung oleh Presiden Prabowo di bawah tangga Istana Merdeka.
Prabowo tampak mengenakan setelan jas bewarna abu-abu dan peci hitam. Keduanya saling berjabat tangan serta berpelukan. Kemudian, Prabowo dan Presiden Steinmeier mengikuti prosesi upacara penyambutan pemimpin negara. Lagu kedua negara dikumandangkan yang diselingi bunyi meriam sebanyak 21 kali.
Setelah upacara, Prabowo dan Presiden Steinmeier mengenalkan para delegasi masing-masing. Prabowo tampak didampingi Menteti Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selanjutnya, Prabowo mengajak Presiden Steinmeier masuk ke ruang kredensial Istana Merdeka untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Setelah itu, keduanya melakukan pertemuan empat mata yang digelar tertutup di ruang kerja presiden.
Landasan Utama Kunjungan
Sebelumnya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier dilandasi dengan keinginan Jerman menguatkan kemitraan dengan negara-negara berkembang yang kuat, seperti Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama,” ucap Dubes Jerman dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
"Pesan utama dari kunjungan ini jelas, Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia," sambungnya.
Terlebih, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan mitra yang penting bagi Jerman di kawasan tersebut, tutur Dubes. Lebih lanjut, Beste menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier pada 15 Juni akan berlangsung selama satu hari.
Berkunjung ke Masjid Istiqlal
Di samping agenda utamanya untuk bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Jerman akan berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta dengan melewati Terowongan Silaturahmi yang menyambungkan kedua tempat ibadah itu.
Dubes Beste mengungkapkan bahwa Presiden Jerman juga akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan komunitas intelektual dan peneliti Indonesia saat kunjungannya pada Senin.
"Dalam pertemuan itu, mereka akan berdiskusi bagaimana Indonesia melihat perubahan dunia saat ini secara geostrategis," ucap Dubes Jerman.