Prediksi Lengkap BMKG Terkait Cuaca Jabodetabek Pekan Depan, Waspada Puting Beliung dan Petir
Cuaca di Jabodetabek diprediksi BMKG masih diguyur hujan pada pekan kedua Maret.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca melanda wilayah Jabodetabek pada pekan depan mulai tanggal 11-20 Maret 2025. Cuaca di Jabodetabek diprediksi BMKG masih diguyur hujan pada pekan kedua Maret.
"Tanggal 11-20 di bulan Maret, wilayah Jabodetabek bagian selatan (khususnya Bogor) masih memiliki potensi hujan dengan kategori menengah-tinggi. Namun demikian, cuaca ekstrem diperkirakan masih tetap berpotensi terjadi hingga April," kata Direktur Meteorologi Publik dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani dalam pesan tertulis diterima Sabtu (8/3).
Peralihan Cuaca
Andri menyebut, sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Maret-April akan mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Seiring dengan transisi ini, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun secara bertahap.
"Pada periode peralihan atau pancaroba, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi cuaca sesaat yang kerap terjadi, seperti hujan lebat dalam durasi singkat," ujar Andri.
Andri mencatat, hal lain yang juga perlu diwaspadai masyarakat adalah adanya angin kencang dan puting beliung, hujan es dan petir.
"Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas di luar ruangan," kata dia.
Andri memastikan dalam antisipasi bencana hidrometeorologi, BMKG secara aktif memberikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat dan kementerian atau lembaga terkait juga pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hujan lebat di Jabodetabek.
Selain itu, BMKG terus memantau dan memperbarui prakiraan cuaca secara berkala berdasarkan perkembangan terkini dinamika atmosfer.
Andri berharap, dengan pendekatan ini masyarakat dan pihak berwenang dapat merespons secara cepat dan tepat utk penyelamatan diri atau mengurangi resiko korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
"Peringatan dini cuaca mulai diberikan sejak seminggu sebelum kejadian, hingga tiga jam sebelum kejadian. Media yang digunakan dalam mendesiminasikan informasi peringatan dini juga beragam, mulai dari sosial media, website resmi, aplikasi info BMKG, WhatsApp grup dengan stakeholder dan media, hingga SMS Blast. Hal ini ditujukan agar informasi peringatan dini yang diberikan diterima dengan luas, baik oleh mitra BMKG maupun oleh masyarakat," dia menandasi.