Pramono Pastikan Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung Segera Rampung
Pramono menginformasikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan melaksanakan pembangunan tanggul.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa normalisasi Sungai Ciliwung telah dimulai. Ia menyatakan bahwa proses pembebasan lahan hampir selesai.
"Seperti yang saya sampaikan, normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu (8/2/2026).
Pramono juga menjelaskan bahwa saat ini, pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung sedang dipercepat dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat.
"Jadi semua ada 14 penlok (penetapan lokasi) yang sudah saya tanda tangani dan sudah dilakukan pembebasan lahan. Mungkin hari Jumat besok saya bersama Bapak Nusron Wahid, Pak Menteri ATR/BPN akan melakukan seremoni untuk itu," lanjutnya. Ia menambahkan bahwa pembuatan tanggul akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab," tutup Pramono.
Pembebasan 133 Bidang Tanah Dipercepat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan terhadap proses pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, pada hari Kamis, 29 Januari 2026. Ia menyatakan bahwa langkah ini sesuai dengan arahan dari Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan nomor SA 01-Mn/217 yang dikeluarkan pada 11 April 2025. Surat tersebut mengatur tentang dukungan untuk pengadaan tanah dan rencana aksi pengendalian banjir di Sungai Ciliwung.
"Ini merupakan bagian dari upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya dalam jangka menengah," ungkap Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti sejak 2017, namun kini dilanjutkan kembali karena memiliki peranan penting dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta. Ia menekankan bahwa sekitar 40 persen aliran sungai di Jakarta terletak di kawasan Ciliwung, sehingga normalisasi sungai ini sangat krusial. Jika pengendalian Ciliwung berhasil dilakukan, dampaknya akan sangat signifikan terhadap pengendalian banjir di wilayah tersebut. Untuk wilayah Cawang, Pramono merinci bahwa kebutuhan pembebasan lahan mencakup sekitar 411 bidang dengan panjang total kurang lebih 2.401 meter.
Pada tahun 2025, telah berhasil dibebaskan sebanyak 20 bidang tanah dengan panjang sekitar 150 meter. Selanjutnya, pada tahun 2026, target pembebasan adalah 133 bidang tanah dengan panjang penanganan sekitar 557 meter, sementara sisanya akan diselesaikan pada tahun 2027. Ia memastikan bahwa proses pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung diupayakan untuk meminimalkan konflik dengan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
"Saya menginginkan proses normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan baik dan tanpa gejolak," tegas Pramono.
Pramono juga menjelaskan bahwa seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa melibatkan perantara, dan penilaian dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia menambahkan bahwa pembebasan lahan untuk normalisasi sungai akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, sedangkan pembangunan tanggul akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Terkait dengan warga yang terdampak, Pramono menerapkan skema ganti rugi dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memanfaatkan rumah susun milik pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada persoalan berarti di lapangan. Ini berkat koordinasi dan kerja sama yang sangat baik," tutup Pramono, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam proyek ini.
Segmen Normalisasi Sungai Ciliwung
Normalisasi Kali Ciliwung dilakukan dalam dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sekitar 7,01 kilometer. Dalam segmen ini, direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dan hingga saat ini, realisasinya telah mencapai 8,24 kilometer.
Sedangkan segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang, dengan panjang sekitar 12,89 kilometer. Untuk segmen ini, rencana pembangunan tanggul adalah sepanjang 18,70 kilometer, dan realisasi yang telah tercapai adalah sekitar 8,90 kilometer. Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul yang mencapai 33,69 kilometer, saat ini telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.