Normalisasi Kali Ciliwung Tekan Risiko Banjir Jakarta 40 Persen
Dinas SDA DKI menilai normalisasi Kali Ciliwung mampu menekan risiko banjir Jakarta hingga 40 persen karena perannya sebagai sungai utama pengendali banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin menilai normalisasi Kali Ciliwung memiliki peran signifikan dalam mengurangi risiko banjir di ibu kota. Menurutnya, jika aliran Sungai Ciliwung bisa dikendalikan, maka persoalan persoalan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dapat teratasi hingga 40 persen.
“Kalau kita bisa mengendalikan Ciliwung, maka kita bisa menyelesaikan persoalan DAS (daerah aliran sungai) Ciliwung sebesar 40 persen di DAS Ciliwung,” kata Ika di Jakarta Timur, Kamis dikutip Antara, Kamis (29/1).
Sungai Ciliwung mengalir dari wilayah hulu di kawasan Bogor menuju Jakarta. Sepanjang alirannya, terdapat 13 anak sungai yang bermuara langsung ke Ciliwung dan membawa aliran air hujan dari daerah hulu.
Maka, kondisi tersebut menjadikan Ciliwung sebagai sungai utama dalam sistem pengendalian banjir Jakarta. Ketika debit air Ciliwung meningkat hingga status siaga akibat hujan deras, dampaknya dapat dirasakan secara luas di lima wilayah administrasi Jakarta.
Karena peran strategis tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti pada 2017.
Progres Normalisasi dan Pembangunan Tanggul
Ika memaparkan, proyek normalisasi Kali Ciliwung dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang alur sungai sekitar 7,01 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dengan realisasi saat ini mencapai sekitar 8,24 kilometer.
Segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang dengan panjang sungai sekitar 12,89 kilometer. Untuk segmen ini, rencana pembangunan tanggul mencapai 18,70 kilometer, sementara realisasi yang telah dibangun sekitar 8,90 kilometer.
Secara keseluruhan, dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer di sepanjang Kali Ciliwung, hingga kini telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.