Prabowo Tegaskan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kunci Sukses Bangsa di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya **Pengembangan Sumber Daya Manusia** sebagai fondasi utama kemajuan bangsa saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026, menyoroti upaya pemerintah dalam pendidikan dan modernisasi.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci utama bagi kemajuan sebuah bangsa yang sejahtera dan sukses. Pernyataan ini disampaikannya dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis.
Menurut Prabowo, kurangnya pendidikan dapat menyebabkan kegagalan negara, karena tidak ada negara yang dapat stabil dan makmur jika masyarakatnya buta huruf. Kemampuan mengikuti perkembangan sains dan teknologi modern juga menjadi esensial untuk kemajuan.
Partisipasi Presiden Prabowo dalam forum global ini menandai kembalinya Indonesia setelah lebih dari satu dekade, menunjukkan komitmen negara pada isu-isu ekonomi global. Ia menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Fokus Pemerintah pada Pendidikan Digital
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui renovasi infrastruktur dan program digitalisasi. Sebanyak 16.140 sekolah telah direnovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Program digitalisasi pendidikan mencakup pemasangan panel interaktif di 288.000 sekolah di seluruh Indonesia, mendukung metode pembelajaran yang lebih modern. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Pada tahun 2026 mendatang, pemerintah berencana menambah satu juta panel pintar interaktif, memastikan setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi teknologi ini. Targetnya, dalam tiga tahun, semua sekolah di Indonesia memiliki minimal enam ruang kelas dengan panel interaktif digital.
Modernisasi Sekolah dan Pembangunan Universitas Baru
Selain digitalisasi, pemerintah juga berencana memodernisasi dan merenovasi 60.000 sekolah yang ada, serta membangun 1.000 sekolah komprehensif terintegrasi baru. Sekolah-sekolah ini akan dilengkapi fasilitas modern, termasuk laboratorium canggih.
Kepala negara juga mengungkapkan rencana pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Prabowo sedang menjajaki kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara. Diskusi ini bertujuan mengembangkan kemitraan untuk menciptakan kampus-kampus berstandar internasional di Indonesia.
Peran Indonesia di Forum Ekonomi Dunia
Forum Ekonomi Dunia (WEF) merupakan forum global tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 1971 di Davos, Swiss. Acara ini mempertemukan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, ahli, dan praktisi untuk membahas tantangan ekonomi global serta prospek masa depan.
Kehadiran Presiden Prabowo menandai partisipasi kembali Indonesia di forum ini setelah lebih dari satu dekade. Presiden Indonesia pertama yang menghadiri WEF adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011, yang kala itu menyampaikan pidato tentang pembangunan ekonomi ramah lingkungan.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum internasional seperti WEF menunjukkan komitmen negara dalam berkontribusi pada diskusi global. Ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam isu-isu ekonomi dan pembangunan dunia.
Sumber: AntaraNews