Prabowo Targetkan Digitalisasi Pendidikan: Setiap Sekolah Miliki 6 IFP dalam Tiga Tahun

Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan di World Economic Forum, menargetkan setiap sekolah di Indonesia akan memiliki minimal enam panel datar interaktif (IFP) dalam tiga tahun ke depan untuk meningkatkan kualitas pembelaja

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo Targetkan Digitalisasi Pendidikan: Setiap Sekolah Miliki 6 IFP dalam Tiga Tahun
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Digitalisasi Pendidikan di Indonesia dengan enam Interactive Flat Panel (IFP) per sekolah dalam tiga tahun, sebuah langkah strategis untuk masa depan bangsa yang diungkap di World Economic Forum. (AntaraNews)

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kuat Indonesia terhadap digitalisasi pendidikan dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis waktu setempat. Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo menegaskan visi pemerintah untuk memastikan setiap sekolah di Tanah Air dilengkapi dengan teknologi pembelajaran modern. Target ambisius ini mencakup penyediaan sedikitnya enam ruang kelas yang dilengkapi panel datar interaktif (interactive flat panel/IFP) di setiap sekolah dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Langkah digitalisasi pendidikan ini merupakan bagian integral dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang diyakini menjadi fondasi kemajuan bangsa. Presiden Prabowo menyoroti bahwa investasi dalam pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi, adalah kunci untuk memberdayakan generasi masa depan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga memastikan pemerataan akses terhadap teknologi pembelajaran di seluruh pelosok Indonesia.

Visi ini juga menjadi sinyal positif bagi investor global yang berkumpul di WEF, menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Prabowo menekankan bahwa modal manusia yang unggul adalah penentu utama imbal hasil jangka panjang dan daya tarik investasi. Dengan demikian, digitalisasi pendidikan menjadi pilar penting dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran nasional.

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, telah menetapkan target signifikan untuk digitalisasi pendidikan. Dalam tiga tahun ke depan, setiap sekolah di Indonesia diharapkan memiliki minimal enam ruang kelas yang dilengkapi dengan panel datar interaktif (IFP). Target ini menunjukkan komitmen serius untuk memodernisasi fasilitas pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Sebagai fondasi awal, pada tahun sebelumnya, pemerintah telah berhasil merenovasi 16.140 sekolah di berbagai wilayah. Selain itu, sebanyak 288.000 sekolah juga telah dilengkapi dengan masing-masing satu unit IFP berukuran 75 inci. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari upaya pemerataan teknologi pembelajaran yang telah dimulai dan akan terus ditingkatkan.

Untuk mencapai target enam IFP per sekolah, pemerintah berencana menambah sekitar satu juta panel pintar interaktif pada tahun 2026. Penambahan ini akan memastikan setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas ber-IFP, sebelum ditingkatkan menjadi minimal enam ruang kelas dalam tiga tahun. Langkah progresif ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi dalam proses belajar mengajar.

Salah satu manfaat krusial dari program digitalisasi pendidikan yang digagas Presiden Prabowo adalah kemampuan untuk memantau kualitas pengajaran secara langsung. Dengan adanya panel interaktif digital, pemerintah dapat memantau proses belajar mengajar serta respons peserta didik di berbagai daerah dari pusat. Ini memungkinkan evaluasi yang lebih akurat dan intervensi yang lebih cepat jika diperlukan.

Prabowo menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan dirinya, bahkan dari Jakarta, untuk "masuk ke sekolah mana pun di Indonesia dan saya dapat melihat kualitas pengajaran para guru. Saya dapat melihat reaksi anak-anak". Pengamatan awal menunjukkan antusiasme tinggi dari anak-anak, para guru, serta warga desa terhadap implementasi teknologi ini.

Kemampuan pemantauan langsung ini tidak hanya meningkatkan akuntabilitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pengajaran secara berkelanjutan. Dengan data dan observasi real-time, strategi pendidikan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap daerah, memastikan bahwa standar pendidikan merata di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar peningkatan fasilitas, melainkan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan manusia adalah faktor penentu utama pertumbuhan dan imbal hasil jangka panjang, yang juga sangat relevan bagi kepercayaan investor global. Hal ini disampaikan Prabowo kepada para investor yang hadir di World Economic Forum.

Pendidikan memegang peranan kunci bagi kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai dan kemampuan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi modern, suatu negara akan kesulitan mencapai stabilitas dan kemakmuran. Prabowo menekankan bahwa "Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal."

Oleh karena itu, upaya digitalisasi pendidikan ini adalah langkah fundamental untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia tidak buta huruf dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Dengan demikian, Indonesia dapat membangun fondasi yang kokoh untuk menjadi bangsa yang maju, stabil, dan makmur di kancah global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi