Prabowo: Lebih Baik Mati Daripada Indonesia Dijajah Kembali
Prabowo menekankan, pentingnya kerja sama dengan negara lain. Namun, Indonesia tidak akan tunduk pada tekanan siapa pun.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tak boleh lagi dijajah, dan bila terpaksa, bangsa ini lebih baik mati daripada kehilangan kemerdekaannya.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Indo Defence Expo & Forum di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6). Menurut Prabowo, perang bukan pilihan utama, namun akan diambil jika sudah tak ada jalan lain.
“Bagi kita, perang itu adalah yang terakhir. Kita perang hanya kalau terpaksa. Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran daripada nenek moyang kita. Lebih baik kita mati daripada dijajah kembali,” ujar Prabowo.
Hormati Bangsa Lain, tapi Tak Mau Disuruh
Meski bersikap tegas soal kedaulatan, Prabowo menekankan, pentingnya kerja sama dengan negara lain. Namun, Indonesia tidak akan tunduk pada tekanan siapa pun.
“Kita tidak mau disuruh-suruh oleh siapa pun. Kita akan hormat semua negara. Kita akan hormat mereka. Kita akan kerja sama dengan mereka dan kita harus beri contoh kepada semuanya,” tegasnya.
Prabowo membeberkan hasil riset terbaru yang menyebut Belanda telah merampas kekayaan Indonesia sebesar USD 31 triliun selama masa penjajahan.
“Baru ada suatu research beberapa minggu lalu yang menceritakan kepada kita bahwa selama Belanda menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai dengan uang sekarang USD 31 triliun,” katanya.
Nilai itu, kata dia, setara dengan 18 kali GDP Indonesia saat ini atau 140 tahun anggaran nasional.
“Dan selama Belanda menduduki Indonesia, Belanda telah menikmati GDP per kapita nomor 1 di dunia,” tambahnya.
Potensi Indonesia untuk Unggul Secara Ekonomi
Prabowo mengatakan fakta itu membuktikan Indonesia punya potensi luar biasa. Ia meyakini, jika kekayaan Indonesia dijaga dengan baik, GDP per kapita Indonesia bisa menjadi yang tertinggi di dunia.
“Kalau kita sekarang berhasil menjaga kekayaan kita, mungkin GDP per kapita kita salah satu yang tertinggi di dunia,” ucapnya.
Karena itu, dia kembali menekankan pentingnya investasi di sektor pertahanan demi menjamin kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas. Biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak,” tandas Prabowo.