Prabowo: Kita Perang Hanya kalau Terpaksa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bagi bangsa Indonesia perang adalah pilihan terakhir.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bagi bangsa Indonesia perang adalah pilihan terakhir. Namun, jika harus perang itu dilakukan dalam keadaan terpaksa.
Mulanya, Prabowo menyampaikan sifat bangsa Indonesia adalah menghargai tamu. Akan tetapi, ada tamu yang sudah bertahun-tahun tidak mau pergi meninggalkan Indonesia.
Karena itu, terpaksa Prabowo harus mengambil langkah bertempur. Namun, Prabowo menegaskan, jika perang adalah pilihan terakhir.
"Terpaksa. Kita harus bertempur. Tapi saya katakan, saya tegaskan. Bagi kita, perang itu adalah yang terakhir. Kita perang hanya kalau terpaksa," kata Prabowo saat sambutan di acara Indodefence Exfo dan Forum, di JIExpo Jakarta, Rabu (11/6).
Terlebih, lanjut Prabowo, bangsa Indonesia telah diajari oleh nenek moyang yakni lebih baik mati daripada dijajah kembali.
"Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran daripada nenek moyang kita. Lebih baik kita mati daripada dijajah kembali," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menekakan, agar bangsa Indonesia tidak boleh disuruh oleh siapapun. Namun, tetap menghormati satu sama lain dan ajak bekerja sama.
"Saudara-saudara kalian, kita tidak mau disuruh-suruh oleh siapa pun. Kita akan hormat semua negara. Kita akan hormat mereka. Kita akan kerja sama dengan mereka. Dan kita harus beri contoh kepada semuanya," imbuh Prabowo.