PPIH Terapkan Sistem Buka Tutup di Terminal Ajyad, Jamin Keselamatan Jamaah Haji
Demi kelancaran dan keselamatan jutaan jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem buka tutup di Terminal Ajyad. Bagaimana cara kerja sistem ini mengurai kepadatan dan menjamin kenyamanan jamaah?
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara tegas menerapkan sistem buka tutup pintu di Terminal Ajyad, Makkah. Kebijakan ini merupakan langkah strategis guna memastikan keselamatan serta kenyamanan jamaah calon haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Penerapan sistem ini diambil setelah evaluasi menyeluruh dari musim haji sebelumnya. Tujuannya adalah menciptakan alur pergerakan jamaah yang lebih teratur dan terukur, menghindari penumpukan massa di satu titik.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa Terminal Ajyad kini dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan pagar pembatas. Hal ini dirancang untuk mencegah jamaah berdesakan saat menaiki bus shalawat, mengurangi risiko kecelakaan.
Strategi PPIH dalam Pengaturan Alur Jamaah
Sistem buka tutup di Terminal Ajyad merupakan inovasi penting untuk mengelola kepadatan jamaah haji. Petugas di lapangan bertugas mengatur armada bus sesuai urutan nomor rute yang telah ditentukan.
Setelah bus siap, jamaah dipersilakan masuk secara bergiliran, memastikan proses naik bus berjalan tertib. Ketika kapasitas bus telah penuh, pintu terminal akan ditutup sementara.
Penutupan sementara ini memberikan ruang bagi penataan armada bus berikutnya, menjaga keamanan di area penjemputan. Prosedur ini dirancang untuk mencegah penumpukan jamaah dan memastikan setiap bus terisi secara efisien.
Efektivitas Sistem Buka Tutup Terminal Ajyad
Efektivitas sistem buka tutup ini terbukti mampu mengurai kepadatan dengan cepat, terutama pada jam-jam sibuk. Berdasarkan pemantauan Media Center Haji (MCH) pascashalat Isya, seluruh antrean jamaah calon haji dapat terangkut dalam waktu kurang dari satu jam.
Syarif Rahman mencatat bahwa proses pengosongan antrean setelah salat Isya hanya membutuhkan waktu 58 menit untuk seluruh jamaah tujuan Misfalah. Angka ini menunjukkan alur transportasi berjalan cukup dinamis dan efisien.
Meskipun demikian, Syarif mengimbau para ketua kloter dan rombongan untuk terus memberikan pemahaman kepada jamaah. Penting bagi jamaah untuk tetap tenang saat mengantre, terutama pada jam-jam padat usai shalat fardhu.
Upaya Peningkatan Layanan Transportasi Haji
Sebagai upaya berkelanjutan, PPIH Arab Saudi berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan transportasi bagi jamaah. Mereka akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengatur pola kepulangan jamaah dari Masjidil Haram.
Salah satu fokus utama adalah mengupayakan penambahan akses pintu keluar terminal. Penambahan ini diharapkan dapat lebih memperlancar arus transportasi menuju hotel-hotel tempat jamaah menginap.
Langkah-langkah ini menunjukkan dedikasi PPIH dalam menyediakan pengalaman ibadah haji yang aman dan nyaman. Peningkatan infrastruktur dan manajemen alur jamaah menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews