Polisi Turun Tangan! Ditreskrimsus Polda Kepri Pastikan Stabilitas Harga Beras di 7 Wilayah, Begini Hasilnya
Ditreskrimsus Polda Kepri gencar awasi harga dan stok beras di tujuh kabupaten/kota. Apakah upaya ini berhasil menjaga stabilitas harga beras di tengah masyarakat?
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) secara aktif melakukan pengawasan ketat terhadap harga dan ketersediaan stok beras. Langkah ini diambil di tujuh kabupaten/kota di wilayah tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan komoditas pangan utama ini.
Pengawasan intensif ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga. Ini juga tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama para distributor. Upaya ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi di wilayah Kepri.
Sejumlah lokasi telah didatangi, termasuk supermarket dan pasar tradisional di Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun. Pengecekan ini dilakukan untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi di lapangan. Pengawasan akan terus berlanjut ke wilayah lainnya.
Pengecekan Lapangan di Berbagai Wilayah
Kombes Pol. Silvester Simamora, Direktur Reskrimsus Polda Kepri, menjelaskan bahwa timnya telah meninjau langsung. Pengecekan dilakukan di Kota Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun. Mereka ingin mengetahui kondisi harga dan ketersediaan beras secara langsung.
Di Kota Batam, tim menyambangi Supermarket Halimah Summerland dan Pasar Tradisional Summerland. Pasar Belakangpadang juga menjadi sasaran pengawasan pada Selasa (26/8). Ini menunjukkan keseriusan dalam memantau distribusi beras.
Pengawasan kemudian diperluas ke Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang pada Kamis (28/8). Wilayah Karimun juga tidak luput dari perhatian petugas. Upaya ini menunjukkan cakupan luas dari operasi pengawasan stabilitas harga beras.
Hasil Pengawasan dan Komitmen Stabilitas Harga Beras
Menurut AKBP Ruslaeni, Kasubdit IV Industri Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri, stok dan harga beras di Batam sudah stabil. Khususnya di tingkat ritel modern, kondisi pasokan sangat baik. Ini menjadi kabar positif bagi konsumen.
"Untuk sekarang harga beras khususnya Batam sudah di bawah HET," ujar Ruslaeni. Ia menambahkan bahwa tidak ada kelangkaan beras, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Ketersediaan beras terjaga dengan baik di seluruh titik penjualan.
Pengawasan ini akan terus berlanjut ke wilayah lain seperti Lingga, Anambas, dan Natuna. Langkah proaktif ini merupakan bentuk komitmen Polri. Mereka bertekad membantu menjaga stabilitas harga beras dan pasokan pangan.
Tujuan utama dari seluruh kegiatan ini adalah untuk mengendalikan inflasi. Dengan menjaga ketersediaan dan harga yang wajar, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga. Ini juga mendukung perekonomian daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews