Satgas Pangan Kepri Pastikan Stok Beras Aman Hingga Tahun Baru, Harga Terkendali Sesuai HET

Satgas Pangan Polda Kepri menjamin stok beras aman hingga Natal dan Tahun Baru 2026, serta harga tetap stabil sesuai HET, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di seluruh wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satgas Pangan Kepri Pastikan Stok Beras Aman Hingga Tahun Baru, Harga Terkendali Sesuai HET
Satgas Pangan Polda Kepri menjamin stok beras aman hingga Natal dan Tahun Baru 2026, serta harga tetap stabil sesuai HET, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di seluruh wilayah. (AntaraNews)

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kepulauan Riau (Kepri) telah memastikan ketersediaan stok beras di seluruh wilayahnya aman hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian ini memberikan jaminan bagi masyarakat terkait kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. Kondisi ini juga mencakup stabilitas harga beras yang akan tetap terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Jaminan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi intensif yang diselenggarakan oleh Satgas Pangan bersama berbagai pemangku kepentingan terkait di Markas Polda Kepri pada hari Selasa. Pertemuan ini melibatkan perwakilan dinas perdagangan, dinas ketahanan pangan, Bulog, Bea Cukai, Badan Karantina, serta Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pasokan dan harga yang wajar.

Kompol Nidia Astuti, yang menjabat sebagai Kanit II Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri sekaligus anggota Satgas Pangan, menegaskan peran krusial Batam dalam distribusi. "Batam merupakan barometer ketersediaan dan harga beras di wilayah Kepri," ujarnya, mengingat seluruh beras yang masuk ke provinsi ini didistribusikan melalui Batam sebelum disalurkan ke kabupaten/kota lainnya.

Dalam rapat koordinasi tertutup tersebut, setiap instansi yang hadir memaparkan kondisi terkini mengenai ketersediaan dan harga bahan pokok penting (Bapoktin), khususnya beras. Data prognosa kebutuhan beras, baik per tahun, per bulan, per minggu, maupun per hari, menjadi dasar evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa stok beras saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Kompol Nidia Astuti menekankan pentingnya sinergi antarlembaga menjelang akhir tahun. "Karena ini sudah menjelang akhir tahun, mau menyambut Natal dan tahun baru, bagaimana caranya kami bersatu padu Satgas Pangan Kepri menjaga biar harga (beras) sesuai HET dan ketersediaan stok terpenuhi untuk seluruh masyarakat Kepri,” kata Nidia. Komitmen ini menjadi prioritas utama Satgas Pangan untuk menjamin kenyamanan masyarakat.

Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras di wilayah Kepulauan Riau guna menjaga stabilitas harga di pasaran. Untuk beras jenis premium, HET ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram. Sementara itu, beras medium memiliki HET Rp14.000 per kilogram, dan beras SPHP ditetapkan dengan harga Rp13.100 per kilogram. Penetapan HET ini diharapkan dapat melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

Selain memastikan ketersediaan dan harga, rapat koordinasi juga membahas strategi pengawasan yang ketat menjelang akhir tahun. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjaga agar stok dan harga beras tetap stabil di seluruh Kepri. Operasi pasar dapat sewaktu-waktu digelar jika terjadi lonjakan kenaikan harga yang signifikan, sebagai upaya intervensi pasar.

Pembahasan penting lainnya adalah mengenai antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang sering terjadi di akhir tahun. Cuaca buruk dapat menjadi kendala serius dalam distribusi bahan pokok, terutama untuk wilayah kepulauan yang lebih terpencil. Satgas Pangan telah menyiapkan langkah mitigasi agar pasokan beras tidak terhambat. Hal ini sangat krusial untuk menjaga ketersediaan di seluruh wilayah.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Natuna dan Anambas, pasokan beras telah didistribusikan terlebih dahulu. "Soal cuaca ekstrem ini juga dibahas tadi, dan sudah diantisipasi, pasokan beras untuk wilayah Natuna dan Anambas sudah didrop terlebih dahulu, untuk mengantisipasi angin utara dan cuaca ekstrem,” jelas Nidia. Langkah proaktif ini memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan pasokan yang cukup dan tidak terpengaruh oleh kondisi alam yang tidak menentu, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi