Polisi Selidiki Porsche Cayenne Berpelat Dinas Kemhan di Bandara Halim
Polisi menyelidiki dugaan pemalsuan pelat dinas Kemhan pada Porsche Cayenne di Bandara Halim. Kasus naik ke penyidikan, satu kendaraan diamankan.
Sebuah mobil Porsche Cayenne dengan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) 50212-00 ditemukan terparkir di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (28/1). Temuan tersebut memicu penyelidikan polisi setelah keaslian pelat dinas dicurigai.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, kecurigaan muncul saat nomor pelat dinas tersebut dicocokkan dengan data resmi kendaraan milik pemerintah.
“Nah, kalau dari hasil keterangan pemeriksaan saksi-saksi data tersebut dipalsukan, jadi bukan atas nama yang sesuai dari nomor registrasi yang tertera, baik itu dokumen maupun di plat nomor,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (30/1).
Pelat Tak Sesuai Data Resmi Kemhan
Hasil pengecekan kepolisian menunjukkan nomor pelat tersebut tercatat milik Sekretariat Jenderal Kemhan. Namun, kendaraan yang menggunakan pelat dinas tersebut tidak sesuai dengan data kendaraan resmi yang terdaftar.
Polisi kemudian mengamankan satu unit Porsche Cayenne dan menemukan surat izin mengemudi (SIM) atas nama RNN. Berdasarkan penyelidikan awal, kendaraan tersebut menggunakan dokumen lama milik orang tua RNN yang telah meninggal dunia dan kemudian diperpanjang.
“Jadi dokumen itu sudah dokumen lama milik almarhum orangtua, dilanjutkan, diperpanjang. Sejauh ini dari hasil pemeriksaan, meminta keterangan, yang bersangkutan bukan pegawai dari Kemenhan,” ujar Ade Ary.
Kasus Naik ke Tahap Penyidikan
Kepolisian menyatakan bahwa orang tua RNN dipastikan bukan pegawai Kementerian Pertahanan. Saat ini, Polres Metro Jakarta Timur telah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Dalam perkara ini, polisi menerapkan Pasal 391 Ayat 2 KUHP terkait dugaan pemalsuan surat. Meski demikian, RNN masih berstatus sebagai saksi dan belum dilakukan penahanan.
“Nah ini masih didalami untuk motif, karena kita melihat yang bersangkutan ini memang dalam proses pemeriksaan awal kondisi sakit sehingga baru datang kemarin hari Kamis,” tandasnya.
Penyidik menyatakan pemeriksaan saksi serta pendalaman barang bukti masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh perkara tersebut.