PMI Bantah Jusuf Kalla Terbang ke Iran
PMI membantah kabar Jusuf Kalla ke Iran. Bantuan kemanusiaan tetap disiapkan dan akan disalurkan melalui negara terdekat.
Kabar mengenai Jusuf Kalla (JK) disebut akan berangkat ke Iran untuk misi perdamaian dan kemanusiaan dibantah oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Informasi tersebut sebelumnya menyebutkan JK akan membawa bantuan bagi warga sipil terdampak konflik.
Kepala Bidang Hubungan Internasional PMI, Hamid Awaluddin, menegaskan tidak ada agenda perjalanan Ketua Umum PMI itu ke Iran.
"Tidak ada rencana datang langsung ke Iran. Karena tidak mungkin ada orang luar masuk Iran karena airport tidak berfungsi," kata Hamid saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Meski membantah kabar perjalanan tersebut, PMI memastikan rencana pengiriman bantuan kemanusiaan ke Iran tetap berjalan. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat sipil yang terdampak konflik.
"Betul (ada rencana terkait)," jelas Hamid.
Ia menambahkan, saat ini PMI masih menyusun mekanisme penyaluran bantuan serta jenis bantuan yang akan dikirimkan.
"Sedang disusun," dia menutup.
Bantuan Akan Disalurkan Lewat Negara Terdekat
Sebelumnya, JK menyampaikan komitmen Indonesia melalui PMI untuk membantu korban konflik di Iran, terutama warga sipil.
"Kita Indonesia memang selalu berpihak dan Palang Merah membantu masyarakat sipil yang jadi korban dari pada perang itu," kata JK di Markas PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Menurut JK, bantuan yang akan dikirim disesuaikan dengan kebutuhan mendesak, terutama obat-obatan. Penyaluran bantuan direncanakan melalui negara-negara yang memiliki akses lebih dekat ke Iran.
"Maka kita putuskan sesuai dengan kebutuhan dari pada Iran, obat-obatan yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan di sana melalui negara-negara yang dekat dengan Iran seperti Pakistan, Turki dan sebagainya melalui Red Crescent atau Bulan Sabit Merah setempat,” ungkap JK.