Basarnas Intensifkan Pencarian Korban Tenggelam di Waduk Jangari Cianjur
Tim gabungan Basarnas dan BPBD Cianjur terus melakukan pencarian korban tenggelam, Dagus Pribadi, di Waduk Jangari, Cianjur, setelah dilaporkan hilang saat hendak memancing pada Sabtu.
Cianjur, Jawa Barat – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, serta relawan, tengah gencar melakukan operasi pencarian di Waduk Jangari, Kabupaten Cianjur. Upaya ini difokuskan untuk menemukan Dagus Pribadi (22), seorang pekerja kolam jaring apung yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu. Insiden ini memicu respons cepat dari berbagai pihak berwenang.
Dagus Pribadi diketahui menghilang saat hendak memancing di lokasi terpisah sekitar lima meter dari tempat kerjanya, kolam jaring apung. Ia memutuskan untuk berenang menuju lokasi tersebut bersama rekannya, Muhamad Ilyas Ilyasa. Namun nahas, Dagus tiba-tiba tenggelam di tengah perjalanan mereka.
Kapolsek Mande, AKP Yudi Heryanadi, menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan seluruh elemen tim gabungan begitu menerima laporan dari warga. Pencarian intensif dengan perahu karet dan penyisiran area waduk terus dilakukan hingga Sabtu siang. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk menemukan korban secepatnya.
Kronologi Kejadian Tragis di Waduk Jangari
Insiden tragis ini bermula ketika Dagus Pribadi dan rekan kerjanya, Muhamad Ilyas Ilyasa, berencana memancing di area terpisah dari kolam jaring apung tempat mereka bekerja. Keduanya memutuskan untuk berenang menuju lokasi tersebut, dengan Dagus berenang lebih dulu di depan. Perjalanan singkat itu berubah menjadi musibah yang tak terduga.
Menurut keterangan saksi Muhamad Ilyas Ilyasa, ia sempat melihat Dagus berhenti di tengah perjalanan sebelum kemudian tenggelam secara tiba-tiba. Ilyas berusaha memberikan pertolongan kepada rekannya yang dalam kesulitan. Namun karena tubuh korban yang lebih gemuk dan arus yang cukup kuat, Ilyas sempat terbawa arus, menyulitkan upaya penyelamatan.
Setelah berhasil menyelamatkan diri kembali ke tepi, Ilyas segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kolam jaring apung, Mahmudin. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Mande, yang langsung mengerahkan tim gabungan untuk memulai operasi pencarian. Respons cepat ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Dugaan sementara penyebab tenggelamnya Dagus adalah keram otot saat berenang. Meskipun korban dikenal terbiasa berenang dan memiliki pengalaman di air, keram dapat terjadi kapan saja dan sangat membahayakan di perairan terbuka seperti waduk. Saksi Ibrahim (20) juga menguatkan dugaan ini, mengingat tubuh korban yang cepat tenggelam.
Operasi Pencarian Intensif dan Harapan Tim Gabungan
Tim gabungan Basarnas, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan segera bergerak cepat ke lokasi kejadian di Waduk Jangari. Mereka menggunakan perahu karet untuk menyisir area perairan tempat Dagus Pribadi terakhir terlihat. Upaya pencarian ini dilakukan secara sistematis untuk mencakup area seluas mungkin.
Kapolsek Mande AKP Yudi Heryanadi menyampaikan bahwa hingga Sabtu pukul 13:00 WIB, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Oleh karena itu, radius pencarian terus diperluas dengan harapan dapat segera menemukan tubuh Dagus. Koordinasi antar lembaga terus diperkuat demi keberhasilan operasi ini.
Selain tim SAR profesional, nelayan sekitar Waduk Jangari juga turut membantu dalam upaya pencarian dengan melakukan penyisiran di pinggiran waduk. Kolaborasi antara petugas dan masyarakat setempat sangat penting dalam operasi semacam ini, menunjukkan solidaritas dalam menghadapi musibah. Bantuan dari warga lokal sangat berarti.
Pihak berwenang dan keluarga korban berharap agar Dagus Pribadi dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan segala sumber daya yang ada hingga korban berhasil ditemukan. Fokus utama saat ini adalah menemukan Dagus dan memberikan kepastian kepada keluarga.
Sumber: AntaraNews