PLN Bengkulu Rehabilitasi Hutan 180 Hektare, Wujudkan Lingkungan Lestari
PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Unit PLTA Tes Lebong bersama BPDAS Ketahun sosialisasikan program PLN Bengkulu Rehabilitasi Hutan seluas 180 hektare demi kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Unit PLTA Tes Lebong bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun telah menyosialisasikan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Program PLN Bengkulu Rehabilitasi Hutan ini diharapkan dapat memulihkan fungsi ekosistem hutan yang terdegradasi di wilayah tersebut.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UPB) Bengkulu, Pirwan, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2026. Kegiatan penting tersebut bertempat di Gedung Serba Guna PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Unit PLTA Tes Lebong. Sasaran utamanya adalah kelompok tani serta perangkat Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, yang merupakan pihak terdampak langsung.
Program rehabilitasi hutan ini direncanakan mencakup area seluas 180 hektare pada tahap pertama pelaksanaannya. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka degradasi hutan yang masih menjadi isu prioritas nasional. Kolaborasi antara PLN Indonesia Power dan BPDAS Ketahun sangat diharapkan untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan Bengkulu.
Latar Belakang dan Urgensi Program RHL
Provinsi Bengkulu menghadapi tantangan serius terkait kondisi hutannya, dengan tekanan yang terus meningkat terhadap kawasan hutan. Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi penyebab utama penurunan tutupan hutan secara drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan keberlanjutan ekosistem dan sumber daya alam di masa depan.
Penurunan luas kawasan hutan yang signifikan ini berdampak langsung pada menurunnya kualitas lingkungan hidup di sebagian besar wilayah Bengkulu. Ekosistem menjadi lebih rentan terhadap bencana alam, keanekaragaman hayati terancam, dan keseimbangan alam terganggu. Oleh karena itu, program PLN Bengkulu Rehabilitasi Hutan menjadi langkah yang sangat mendesak dan krusial.
Program rehabilitasi hutan ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan penting, termasuk menjaga kelestarian lingkungan secara menyeluruh. Selain itu, upaya ini juga bertujuan meningkatkan fungsi daerah aliran sungai (DAS) yang vital bagi pasokan air dan pencegahan banjir. Konservasi tanah dan air di wilayah Bengkulu juga menjadi fokus utama dari inisiatif ini, memastikan keberlanjutan sumber daya alam.
Sinergi Strategis PLN dan BPDAS Ketahun
PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Unit PLTA Tes Lebong menunjukkan komitmen kuatnya melalui kolaborasi dengan BPDAS Ketahun dalam program ini. BPDAS Ketahun sendiri merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH). Ditjen PDASRH berada di bawah naungan Kementerian Kehutanan, yang memiliki mandat besar dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Sinergi antara PLN Indonesia Power dan BPDAS Ketahun ini menegaskan keseriusan kedua belah pihak untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan secara berkelanjutan. Sosialisasi yang telah dilaksanakan pada awal Mei 2026 merupakan bagian integral dari proses penyusunan rancangan teknis RHL tahap 1. Tahap pertama ini akan fokus pada area seluas 180 hektare yang telah teridentifikasi membutuhkan intervensi segera untuk pemulihan ekosistemnya.
Pirwan, dari PLN Indonesia Power, menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan optimal melalui kolaborasi yang erat antara berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program ini. Tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan ekosistem, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang sangat bergantung pada kelestarian lingkungan.
Sumber: AntaraNews