Pemkab Rejang Lebong Gencarkan Gerakan Penanaman Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengampanyekan gerakan penanaman pohon secara masif untuk antisipasi bencana hidrometeorologi, menargetkan 10.000 batang pohon di lahan kritis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Rejang Lebong Gencarkan Gerakan Penanaman Pohon Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengampanyekan gerakan penanaman pohon secara masif untuk antisipasi bencana hidrometeorologi, menargetkan 10.000 batang pohon di lahan kritis. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, secara aktif mengampanyekan gerakan penanaman pohon. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam wilayah tersebut.

Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN, Perumda, dan Pengairan, serta akan menargetkan penanaman 10.000 batang pohon. Penanaman serentak dijadwalkan pada 30 Desember 2025, dipusatkan di Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang.

Inisiatif ini muncul setelah serangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra akhir November lalu, serta didukung oleh Surat Edaran Gubernur Bengkulu. Fokus utama adalah reboisasi lahan-lahan kritis di Rejang Lebong.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten I Setda Kabupaten Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, menjelaskan bahwa meskipun Rejang Lebong tidak memiliki tambang besar seperti batu bara atau emas, risiko bencana tetap tinggi. Penggundulan hutan menjadi pemicu utama potensi bencana hidrometeorologi di daerah tersebut.

Untuk mengatasi ancaman ini, Pemkab Rejang Lebong berkolaborasi dengan berbagai entitas, termasuk PLN, Perumda, dan Pengairan. Mereka bersama-sama menggalakkan gerakan penanaman pohon pada lahan-lahan kritis.

Gerakan penanaman pohon ini merupakan respons langsung terhadap kejadian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebelum penanaman dilakukan, Pemkab Rejang Lebong akan melaksanakan pemetaan lahan rawan atau kritis bencana secara menyeluruh. Proses pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik prioritas yang akan menjadi sasaran utama program penghijauan.

Pemetaan lokasi kritis tersebut akan melibatkan kerja sama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Keterlibatan lembaga-lembaga ini diharapkan dapat memastikan akurasi data dan efektivitas program.

Program penanaman pohon atau penghijauan ini juga akan melibatkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha dan seluruh lapisan masyarakat di Rejang Lebong. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Bobby Harpa Santana mengungkapkan bahwa gerakan penanaman pohon ini menargetkan reboisasi lahan kritis dengan menanam sebanyak 10.000 batang pohon. Jumlah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mitigasi bencana.

Peluncuran program penanaman pohon ini akan dilakukan secara serentak di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu pada 30 Desember 2025. Gubernur Bengkulu dijadwalkan akan meluncurkan langsung kegiatan ini.

Untuk Kabupaten Rejang Lebong, lokasi penanaman akan dipusatkan di kawasan Trokon, Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil pemetaan lahan kritis yang telah dilakukan sebelumnya.

Inisiatif ini juga didasari oleh Surat Edaran Gubernur Bengkulu tertanggal 22 Desember 2025, yang menekankan kewajiban penanaman pohon bagi pelaku usaha. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi