Persib Bandung Sesuaikan Jadwal Latihan Malam Ramadan, Jaga Performa Puncak
Pemuncak klasemen BRI Super League 2025/2026, Persib Bandung, mengubah jadwal latihan menjadi malam hari selama bulan Ramadan demi menjaga intensitas dan performa pemain.
Persib Bandung, pemuncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, telah mengambil langkah adaptif dengan menyesuaikan jadwal latihan tim selama bulan suci Ramadan. Perubahan ini dilakukan untuk memastikan para pemain tetap dapat menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan kualitas dan intensitas performa di lapangan. Sesi latihan perdana di bulan Ramadan telah dimulai pada Kamis (19/2) malam, pukul 20.30 WIB.
Latihan yang berpusat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, ini merupakan strategi pelatih Bojan Hodak dalam menjaga kondisi fisik dan taktik tim. Keputusan untuk berlatih di malam hari diambil setelah mempertimbangkan kondisi pemain Muslim yang berpuasa. Dengan demikian, mereka bisa berlatih setelah berbuka puasa.
Penyesuaian jadwal ini diharapkan mampu menjaga Persib tetap berada di performa terbaiknya menjelang pertandingan penting. Tim berjuluk Maung Bandung ini akan menghadapi Persita Tangerang dalam laga pertama mereka di bulan Ramadan pada Minggu (22/2) malam.
Strategi Bojan Hodak Jaga Intensitas Latihan Persib
Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, menjelaskan bahwa perubahan waktu latihan adalah hal yang normal dan diperlukan selama bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga intensitas latihan tetap maksimal. Dengan berlatih di malam hari, setelah para pemain berbuka puasa, kondisi fisik mereka diharapkan lebih prima.
"Ini normal. Kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup," kata Hodak. Ia menambahkan, "Jadi mereka (pemain) bisa tidur lebih lama di pagi hari dan kami berlatih di malam hari." Pendekatan ini memungkinkan pemain untuk mendapatkan istirahat yang cukup di pagi hari dan tetap fokus saat sesi latihan di malam hari.
Hodak menegaskan bahwa program latihan yang dijalankan tidak akan mengalami perubahan signifikan meskipun waktu pelaksanaannya bergeser. Ia yakin bahwa intensitas yang dihasilkan akan tetap sama seperti yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir. Tujuannya adalah memastikan persiapan tim tetap optimal.
"Semuanya akan memiliki intensitas yang sama seperti yang kami lakukan dua tahun terakhir. Satu-satunya hal adalah kami mulai berlatih lebih malam sehingga para pemain bisa makan (buka puasa) dan setelah itu bisa berlatih secara normal," tambah pelatih asal Kroasia tersebut. Ini menunjukkan komitmen tim untuk tidak menurunkan standar latihan.
Kondisi Pemain dan Jadwal Krusial Persib di Ramadan
Pada sesi latihan malam perdana ini, tim pelatih Persib membagi skuad menjadi dua kelompok berdasarkan partisipasi mereka di pertandingan terakhir. Kelompok pertama, yang terdiri dari 11 pemain inti yang bermain lebih dari 45 menit, menjalani program pemulihan. Mereka memanfaatkan fasilitas jakuzi untuk mempercepat pemulihan fisik.
Sementara itu, kelompok kedua yang mencakup pemain cadangan dan pengganti tetap menjalani latihan normal di lapangan. Ini memastikan semua pemain mendapatkan porsi latihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pembagian ini penting untuk menjaga kebugaran seluruh anggota tim.
Kabar positif datang dari Marc Klok yang sudah kembali bergabung dalam sesi latihan. Kehadiran Klok tentu menjadi suntikan semangat bagi tim. Namun, perhatian khusus masih diberikan kepada Alfreandra Dewangga yang mengalami keluhan nyeri pada laga sebelumnya, sehingga kondisinya terus dipantau.
"Dewa merasakan sakit di pertandingan terakhir. Jadi kita akan lihat besok. Itulah alasan mengapa saya menggantinya di babak pertama, dan sisanya semua oke," ungkap Bojan Hodak mengenai kondisi Dewangga. Persib, yang kini memimpin klasemen dengan 47 poin, akan menghadapi Persita Tangerang pada Minggu (22/2) malam, menjadi laga penting di awal bulan Ramadan.
Sumber: AntaraNews