Jaga Kebugaran Tim, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan Ramadan
PSIM Yogyakarta melakukan penyesuaian Jadwal Latihan Ramadan selama bulan suci demi menjaga performa tim dan mengakomodasi pemain yang berpuasa. Simak detail perubahan dan alasannya.
PSIM Yogyakarta, salah satu klub sepak bola kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Klub berjuluk Laskar Mataram ini menyesuaikan jadwal latihan rutin mereka untuk memastikan para pemain tetap prima. Penyesuaian ini dilakukan agar seluruh penggawa tim dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengganggu intensitas latihan.
Manajer PSIM Yogyakarta Razzi Taruna menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini merupakan upaya manajemen untuk menciptakan kondisi latihan yang kondusif. Sebelumnya, tim sering berlatih pagi hari karena pertimbangan cuaca hujan yang kerap melanda Yogyakarta pada sore hari. Kini, fokus utama adalah kenyamanan pemain saat berpuasa.
Dengan perubahan ini, Ze Valente dan rekan-rekan setim akan lebih sering menjalani sesi latihan pada sore hari. Keputusan strategis ini diambil untuk mengoptimalkan performa tim di sisa kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 yang masih berlangsung ketat. Penyesuaian jadwal ini diharapkan mampu menjaga kebugaran fisik dan mental pemain.
Penyesuaian Jam Latihan untuk Kenyamanan Berpuasa
Razzi Taruna mengungkapkan bahwa jadwal latihan PSIM Yogyakarta kini digeser sedikit lebih sore dari biasanya. "Jika biasanya kami sudah mulai berlatih pada pukul 15.30 WIB, sekarang kami geser sedikit menjadi pukul 16.00 WIB untuk mengakomodasi teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa," jelas Razzi. Pergeseran waktu ini bertujuan agar sesi latihan berakhir berdekatan dengan waktu berbuka puasa.
Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi para pemain muslim yang menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian, mereka dapat langsung berbuka puasa setelah menyelesaikan sesi latihan yang intens. Fleksibilitas Jadwal Latihan PSIM Ramadan ini menunjukkan perhatian klub terhadap kesejahteraan pemain.
Manajemen PSIM Yogyakarta berharap penyesuaian ini tidak mengurangi kualitas dan efektivitas program latihan yang telah disusun. Para pemain diharapkan tetap mampu mengikuti porsi latihan secara maksimal di lapangan meskipun dalam kondisi berpuasa. Kebugaran dan performa tim tetap menjadi prioritas utama.
Jadwal Padat, Tidak Ada Libur Khusus di Awal Ramadan
Meskipun ada penyesuaian jam latihan, Razzi Taruna menegaskan bahwa tidak ada pemberian libur khusus bagi tim pada awal bulan Ramadan kali ini. Keputusan ini diambil mengingat padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi PSIM Yogyakarta dalam waktu dekat. "Tim tidak ada libur di awal puasa ini karena memang harus menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat," ujar Razzi.
PSIM Yogyakarta memiliki agenda pertandingan penting yang menanti, termasuk laga melawan Bali United pada 23 Februari dan disusul Biak pada 27 Februari. Jadwal yang ketat ini menuntut para pemain untuk tetap fokus dan menjaga kondisi fisik mereka. Oleh karena itu, konsistensi dalam Jadwal Latihan PSIM Ramadan sangat krusial.
Manajemen dan tim pelatih berharap semua penggawa muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pada saat yang sama, mereka juga dituntut untuk tetap berlatih dengan maksimal guna meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. Penyesuaian jam latihan adalah solusi terbaik untuk menyeimbangkan ibadah dan profesionalisme.
Sumber: AntaraNews