Veda Ega Pratama Raih Posisi Kedelapan di Moto3 Catalunya, Comeback Gemilang Pembalap Indonesia
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa comeback luar biasa dengan finis kedelapan di Moto3 Catalunya, mengamankan poin penting setelah start dari posisi ke-20.
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencetak comeback gemilang di ajang Moto3 Grand Prix Catalunya. Ia sukses finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid ke-20 pada Minggu, 17 Mei 2026. Performa impresif ini menunjukkan ketangguhan Veda di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol.
Veda Ega Pratama, yang mewakili Honda Team Asia, berhasil mengamankan delapan poin kejuaraan. Ia menunjukkan kemampuan bertarung yang luar biasa di tengah persaingan ketat. Hasil ini sangat berarti bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut dalam mengumpulkan poin di klasemen Moto3.
Finis di posisi delapan ini hanya terpaut kurang dari satu detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles. Keberhasilan Veda menembus jajaran sepuluh besar ini menjadi sorotan utama. Ia berhasil mengatasi berbagai tantangan sepanjang balapan yang berlangsung sengit.
Perjalanan Veda Ega Pratama di Catalunya
Veda Ega Pratama menghadapi tantangan sejak sesi kualifikasi pada Sabtu, 16 Mei. Ia awalnya menempati posisi ke-21, namun naik satu peringkat ke posisi ke-20. Hal ini terjadi setelah seorang pembalap dari Sic58 Squadra Corse menerima penalti 12 grid.
Memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan tidak menyurutkan semangat Veda. Ia menunjukkan start agresif yang membawanya melesat cepat. Pembalap Indonesia ini berhasil naik dari posisi ke-20 ke posisi ke-13 pada putaran-putaran awal.
Performa Veda terus meningkat sepanjang balapan, ia bahkan sempat menempati posisi kesembilan di pertengahan lomba sebelum turun ke-14 dengan dua putaran tersisa. Meskipun demikian, Veda tidak menyerah. Tikungan-tikungan panjang di sirkuit memberikan banyak peluang untuk menyalip.
Pada putaran terakhir, Veda Ega Pratama melakukan pemulihan yang kuat. Ia berhasil mengamankan posisi sepuluh besar di Grand Prix Catalunya. Veda melintasi garis finis tepat di belakang pembalap Malaysia, Hakim Danish, menunjukkan persaingan yang ketat hingga akhir.
Persaingan Sengit di Lintasan Catalunya
Balapan di Catalunya kali ini dimenangkan oleh Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team. Quiles berhasil meraih poin maksimal setelah memulai balapan dari posisi ketujuh di grid. Ia menyelesaikan balapan dalam waktu 32 menit 28,974 detik.
Kemenangan Quiles diraih dengan selisih tipis di depan Alvaro Carpe dan David Munoz. Meskipun sempat menerima peringatan batas lintasan, pembalap Spanyol ini mampu mempertahankan kecepatannya. Ia berhasil mengklaim kemenangan setelah pertarungan intens di putaran terakhir.
Sementara itu, Brian Uriarte, yang sempat memimpin sebagian besar balapan, finis di posisi keempat. Di belakangnya, David Almansa berhasil menempati posisi kelima. Persaingan ketat antar pembalap muda ini menjadikan balapan Moto3 Catalunya sangat menarik untuk disaksikan.
Prestasi Sebelumnya dan Harapan ke Depan
Veda Ega Pratama sebelumnya telah menarik perhatian nasional dengan prestasi gemilangnya. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium dalam ajang Grand Prix. Prestasi itu diraihnya di Autodromo Internacional Ayrton Senna di Brazil.
Pada tanggal 22 Maret, Veda finis ketiga di belakang Quiles dan Marco Morelli di Brazil. Ia melintasi garis finis 1,650 detik di belakang pemenang. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar Veda di kancah balap motor internasional.
Dengan performa konsisten dan semangat juang yang tinggi, Veda Ega Pratama terus menunjukkan kemajuan. Hasil di Catalunya ini menambah daftar panjang prestasinya. Ia menjadi harapan baru bagi Indonesia di dunia balap motor global dan saat ini menduduki posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3 2026 dengan 58 poin.
Sumber: AntaraNews