Percaya Google Maps, Rombongan Pemudik Malah Nyasar ke Bendungan
Setibanya di lokasi, mereka mendapati jalan buntu sehingga terpaksa memutar balik untuk mencari jalur yang benar melanjutkan perjalanan mudik.
Rombongan pemudik mengalami kejadian tak terduga saat mengikuti petunjuk aplikasi navigasi Google Maps, hingga tersesat dan masuk ke kawasan bendungan. Setibanya di lokasi, mereka mendapati jalan buntu sehingga terpaksa memutar balik untuk mencari jalur yang benar melanjutkan perjalanan mudik.
Peristiwa itu dialami rombongan pemudik dari Jawa menuju Padang, Sumatra Barat. Mereka iring-iringan konvoi dengan menggunakan empat mobil pribadi, Selasa (17/3) dini hari.
Pemudik menggunakan google maps sebagai penunjuk arah jalan begitu masuk wilayah Lubuklinggau, Sumatera Selatan, karena tak paham jalan. Saat melintasi Kelurahan Siring Agung, Lubuklinggau Selatan II, mereka dibuat bingung.
Setelah dihadapkan dua pilihan, meraka memilih terus melaju hingga ke gubuk makan Mang Engking yang jalannya cukup sempit. Saat tiba di sebuah jembatan, petunjuk google maps kembali salah.
Aplikasi Navigasi Alternatif
Bukannya belok kanan, aplikasi navigasi alternatif itu malah mengarahkan pemudik jalan lurus ke Jalan Lingkar Selatan, Lubuklinggau. Padahal jalan itu merupakan arah menuju bendungan Dam 2 Watervang (BK 0).
Benar saja, rombongan pemudik itu kaget bukan main karena menyasar di jalan buntu. Tak ada jalan lain di depannya, kecuali waduk besar.
Rombongan pemudik lantas balik arah dan bertanya ke warga. Mereka diarahkan ke petugas di lapangan untuk informasi petunjuk jalan yang benar.
"Benar, ada empat mobil rombongan pemudik yang nyasar ke bendungan," ungkap Kepala Dinas Lubuklinggau Hendra Gunawan, Kamis (19/3).
Agar Pemudik Tidak Mengandalkan Google Maps
Agar kejadian ini tak terulang lagi, Hendra mengingatkan agar pemudik tidak mengandalkan google maps selama dalam perjalanan.
Pemudik diimbau tetap memperhatikan rambu lalulintas, terutama di persimpangan jalan tengah kota.
"Bertanya kepada petugas di lapangan jika tidak tahu jalan, biar bisa dipandu dan manfaatkan informasi di posko-posko mudik," kata Hendra.