Cerita Pemudik Tersesat Masuk Hutan hingga Motor Terjebak Lumpur Gara-Gara Lewat Jalur Alternatif Arahan Google Maps

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pemudik agar lebih berhati-hati saat memilih jalur perjalanan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Cerita Pemudik Tersesat Masuk Hutan hingga Motor Terjebak Lumpur Gara-Gara Lewat Jalur Alternatif Arahan Google Maps
Cerita Pemudik Tersesat Masuk Hutan hingga Motor Terjebak Lumpur Gara-Gara Lewat Jalur Alternatif Arahan Google Maps (Merdeka.com)

Seorang pemudik bernama Arif Irawan (37), bersama keluarganya tersesat di kawasan hutan Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Pemudik berangkat naik motor dari Kabupaten Banyumas ke Kabupaten Pekalongan hanya mengandalkan aplikasi google maps.

Arif menuturkan kronologi tersesat itu berawal ketika bersama istri dan anaknya ingin mudik dari Banyumas ke Pekalongan lewat jalur provinsi. Tiba-tiba, Arif tertarik menggunakan jalur melalui jalan Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang.

"Saya pilih jalur itu karena lebih cepat waktunya dan memangkas jarak sekitar 4 kilometer," kata Arif.

Pemudik Nyasar ke Hutan
Pemudik Nyasar ke Hutan Dokumen Polisi

Terjebak di Hutan

Arif yang menggeber motor dengan santai akhirnya memutuskan beristirahat sejenak dan salat maghrib. Sebelum melanjutkan perjalanannya melalui jalur alternatif, Arif merasa aneh saat motor yang dikendarainya melintasi jalan Desa Parunggalih menuju Desa JatirJatiro mulai memasuki hutan dan perbukitan.

"Di situ sudah tidak ada lampu penerangan jalan dan sepi. Akhirnya saya memilih putar balik dan hujan turun sehingga sepeda motor selip dan terjebak pada jalan yang berlumpur," ujar Arif.



Pemudik Nyasar ke Hutan
Pemudik Nyasar ke Hutan Dokumen Polisi

Telepon Darurat Polisi

Di tengah keadaan medan cukup sulit dan keputusasaan, Arif menghubungi telepon darurat 110 untuk meminta bantuan kepada kepolisian.

"Ada sinyal telepon meskipun kami berada di kawasan hutan, selanjutnya kami hubungi Call Center 110 untuk meminta bantuan,” tutur Arif.



Proses Evakuasi

Kapolsek Bodeh Iptu Santosa mengatakan laporan diterima kepolisian langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Bodeh, Polres Pemalang menuju lokasi untuk bergerak mengevakuasi korban.

"Kami akhirnya menemukan Arif bersama keluarganya di tengah kawasan hutan. Mereka kemudian dibawa ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat," kata Santosa.

Proses evakuasi tidak berhenti di situ. Sepeda motor milik Arif masih tertinggal di dalam kawasan hutan. Kondisi jalan berlumpur akibat hujan membuat proses berjalan lambat. Kepolisian bahkan harus bergotong royong menarik kendaraan keluar dari jalur ekstrem.

“Alhamdulillah sepeda motor berhasil kami keluarkan dari hutan,” ujar Santosa.

Korban Diantar ke Kampung Halaman

Setelah kondisi pulih, Arif bersama istri dan anaknya diantar hingga tujuan akhir. Mereka tiba dengan selamat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi. Rasa syukur tak bisa disembunyikan Arif atas bantuan cepat dari kepolisian.

“Terima kasih kepada Polsek Bodeh yang sudah membantu kami sampai selamat,” ujar Arif.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pemudik agar lebih berhati-hati saat memilih jalur perjalanan.

Penggunaan aplikasi peta digital tetap harus disertai pertimbangan kondisi medan. Terutama saat melintasi wilayah pedesaan atau perbukitan yang minim penerangan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik.



Rekomendasi