Perang Iran vs Israel Berkobar, DPR Ingatkan Dampak Bagi Indonesia
Komisi I DPR mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap ibu kota Iran
Komisi I DPR mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap ibu kota Iran, Teheran. Komisi I DPR mendukung penuh langkah diplomatik yang diambil pemerintah Indonesia terkait serangan Israel ke Iran, termasuk berkoordinasi dengan negara sahabat dan organisasi internasional lain.
"Komisi I DPR RI mendukung penuh langkah-langkah diplomatik yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam merespons insiden ini, termasuk melalui pernyataan resmi dan koordinasi dengan negara-negara sahabat serta organisasi internasional seperti PBB dan OKI," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono kepada wartawan, Sabtu (14/6).
Menurut dia, serangan Israel tersebut berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Tak hanya itu, Dave menilai serangan tersebut dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
"Yang tentunya bertentangan dengan prinsip perdamaian dan stabilitas internasional
yang selalu diperjuangkan oleh Indonesia," ujarnya.
Dave menuturkan Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai. Indonesia telah menyerukan untuk mengedepankan dialog untuk menyelesaikan konflik.
"Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama dalam menyelesaikan perselisihan," tutur Dave.
Di sisi lain, Komisi I DPR mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hal ini merespons dampak ekonomi akibat serangan Israel ke Iran, khususnya lonjakan harga minyak dunia yang mencapai 10.74 persen dan menembus angka USD 76,81 per barel.
"Hal ini mencakup koordinasi dengan sektor energi untuk memastikan pasokan minyak tetap terjaga serta mengkaji kebijakan yang dapat meredam dampak terhadap harga bahan bakar dan inflasi domestik," beber dia.
"Kami berharap situasi ini dapat segera mereda dan semua pihak dapat kembali ke jalur diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan," sambung Dave.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan dahsyat ke pusat struktur nuklir dan militer Iran pada hari Jumat (12/6), mengerahkan pesawat tempur dan drone (pesawat nirawak) yang sebelumnya diselundupkan ke negara itu untuk menyerang fasilitas-fasilitas penting dan membunuh para jenderal dan ilmuwan terkemuka.
Iran membalas pada hari Jumat (12/6) malam dengan melepaskan sejumlah rudal balistik ke Israel, di mana ledakan terjadi di langit di atas Yerusalem dan Tel Aviv dan mengguncang gedung-gedung di bawahnya.
Dalam serangan putaran kedua, sirene dan ledakan, mungkin dari pencegat Israel, terdengar menggelegar di langit di atas Yerusalem pada hari Sabtu (13/6) dini hari. Militer Israel sempat mendesak warga sipil, yang sudah terguncang oleh gelombang rudal sebelumnya, untuk mencari tempat berlindung.
Beberapa jam kemudian, sebuah rudal Iran menghantam dekat rumah-rumah di Kota Rishon Lezion di Israel tengah, melukai 13 orang, menurut layanan paramedis Israel Magen David Adom.
Satu orang dalam kondisi kritis, sementara yang lain dalam kondisi parah, menurut layanan paramedis. Eli Bin, direktur Magen David Adom, mengatakan kepada Channel 12 Israel bahwa beberapa orang masih terjebak.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan dalam pesan yang direkam pada hari Jumat (12/6): "Kami tidak akan membiarkan mereka lolos dengan aman dari kejahatan besar yang telah mereka lakukan." Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan 78 orang tewas dan lebih dari 320 orang terluka dalam serangan Israel.
Layanan paramedis Israel mengatakan 34 orang terluka dalam serangan di wilayah Tel Aviv, termasuk seorang wanita yang terluka parah setelah terjebak di bawah reruntuhan.