Dampak Serangan Israel Iran: Legislator Soroti Hambatan Rencana BoP dan Geopolitik Global

Anggota DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti dampak serius serangan Israel ke Iran. Konflik ini berpotensi menghambat rencana BoP di Gaza, memicu ketidakstabilan geopolitik, dan mengancam ekonomi global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dampak Serangan Israel Iran: Legislator Soroti Hambatan Rencana BoP dan Geopolitik Global
Anggota DPR T.B. Hasanuddin menjelaskan mengapa pengaktifan kembali jabatan Wakil Panglima TNI tidak akan menyebabkan 'matahari kembar' di tubuh militer. Simak penjelasannya! (Planet Merdeka)

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti serius potensi dampak serangan militer Israel ke Iran baru-baru ini. Insiden ini diperkirakan dapat menimbulkan konsekuensi serius yang memengaruhi banyak aspek global.

Hasanuddin menegaskan, salah satu dampak krusial adalah terhambatnya upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh Board of Peace (BoP). Serangan ini juga memunculkan pertanyaan besar terkait arah dan kepentingan geopolitik yang lebih luas.

Menurut Hasanuddin, keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer ini mengindikasikan adanya kepentingan besar. Ini menunjukkan upaya penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.

Dari peristiwa serangan Israel ke Iran, dunia internasional semakin sulit untuk meyakini adanya niat tulus Amerika Serikat dalam mendamaikan Palestina. Hasanuddin secara tegas menyatakan bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tidak memiliki niat sungguh-sungguh untuk perdamaian.

Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas, bukan mereda. Kondisi ini membuat publik semakin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.

Apabila yang terjadi adalah perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain, keyakinan terhadap misi BoP untuk perdamaian akan semakin menipis. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas dan tujuan sebenarnya dari BoP.

Selain dampak di bidang geopolitik, Hasanuddin meyakini bahwa serangan ini akan memberikan efek signifikan terhadap stabilitas ekonomi global. Sektor energi menjadi salah satu yang paling rentan terhadap gejolak ini.

Dua pekan sebelumnya, Iran sempat memberikan "gertakan" dengan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang vital bagi perdagangan minyak dunia. Meskipun hanya berlangsung beberapa jam, insiden tersebut menunjukkan kerentanan pasokan energi global.

Hasanuddin tidak menutup kemungkinan Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika skenario ini terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam.

Kenaikan harga minyak dunia akan berdampak serius bagi Indonesia, mengingat negara ini masih mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ini dapat memicu inflasi dan ketidakstabilan ekonomi nasional.

Melihat potensi dampak yang meluas, TB Hasanuddin mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera menentukan sikap yang jelas. Sikap ini harus diambil terhadap invasi Israel bersama-sama Amerika Serikat ke Iran.

Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang secara tegas menolak segala bentuk penjajahan. Konstitusi juga mendukung terciptanya perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan.

Hasanuddin juga mempertanyakan efektivitas aktivisme diplomasi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Sudah saatnya diplomasi tersebut menunjukkan hasil nyata dan membuktikan posisi strategis Indonesia secara global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi