Penjahit Pribadi Prabowo Bentuk Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra
Satgasus Garuda dibentuk berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan di wilayah Aceh-Sumatra.
Yasbun, yang merupakan penjahit pakaian pribadi Presiden Prabowo Subianto, resmi merilis Satgasus Garuda. Dalam struktur organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Ia menjelaskan bahwa Satgasus Garuda terbentuk berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan di wilayah Aceh-Sumatra.
"Terkait ini kita bentuk Satgasus Garuda atas arahan ataupun petunjuk bapak presiden untuk membantu pemulihan pascabencana di Sumatra," ungkap Yasbun kepada wartawan di Jakarta Selatan pada Selasa (27/1) malam.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Michael Angelo Langie ditunjuk sebagai Ketua Satgassus Garuda untuk pemulihan di Aceh-Sumatra.
"Kalau terkait dengan arahan Bapak Presiden, ini untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana. Targetnya secepat mungkin, tetapi kita tidak bisa menjanjikan waktu tertentu," kata Yasbun saat konferensi pers ditemani Michael Angelo Langie selaku Ketua Satgassus Garuda yang berdiri di sebelah kirinya. Lalu, ada di sebelah kanan ada Willem Frans Ansanay.
"Kita mempercepat lah, artinya biar secepatnya ini biar terlaksana, artinya dengan apa yang boleh sediakan. Fokusnya terhadap infrastruktur di wilayah Aceh-Sumatera atau orang-orang yang terdampak," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa pembentukan satgas ini bertujuan untuk melengkapi satgas yang sudah ada sebelumnya.
"Kita untuk melengkapi apa yang ada yang kekurangan, jadi kita untuk melengkapi di sana seperti untuk IT, itu kan sangat krusial, barangkali yang terdampak kemarin tidak bisa kita komunikasi," jelasnya.
Sedang Menyiapkan Bantuan Logistik
"Dari tim kita mudah-mudahan kita bisa membantu untuk mempercepat daya komunikasi," tambahnya. Saat ini, Satgas yang baru dibentuk pada bulan Januari 2026 sedang menyiapkan bantuan dan logistik yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak.
"Pertama kita survei dulu apa yang diperlukan yang urgent untuk wilayah di sana. Lalu kita konsolidasi, terus kita evaluasi di sini, apa nanti tindak lanjutnya, tidak kuat kira-kira satgas kita sendiri," paparnya. Mengenai arahan presiden untuk membantu pemulihan pascabencana, ia menjelaskan bahwa dana yang digunakan oleh Satgas untuk membantu masyarakat tidak berasal dari anggaran pemerintah.
"Kalau untuk sumber dana, kita tidak meminta kepada pemerintah. Kita mencari donasi-donasi yang kiranya orang yang terketuk hatinya ikut membantu ataupun yang tidak mau disebut namanya untuk membantu saudara-saudara kita yang di Aceh," pungkasnya.