Pakar Dukung Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Bentukan Prabowo: Hasil Kerja Dinanti Para Korban

Atwar mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan reaksi cepat, tapi juga tetap membutuhkan basis keilmuan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pakar Dukung Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Bentukan Prabowo: Hasil Kerja Dinanti Para Korban
Pakar Dukung Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Bentukan Prabowo: Hasil Kerja Dinanti Para Korban (Merdeka.com)

Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. Atwar Bajari memberikan apresiasi kepada Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana bentukan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menilai, ini merupakan bagian dari proses yang berkesinambungan dan hasilnya dinanti masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

"Keberadaan Satgas Percepatan Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana yang telah dibentuk Presiden Prabowo Subianto adalah proses yang berkesinambungan yang tentu saja output-nya dinanti para korban bencana," kata Atwar dalam seminar Dewan Profesor Unpad di Bale Rumawat, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Rabu (7/1).

Atwar mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan reaksi cepat, tapi juga tetap membutuhkan basis keilmuan. Karena itu, kata dia, sivitas akademika Unpad siap untuk menyumbangkan pemikiran berdasarkan pengalaman dan kepakaran masing-masing.

Penelitian multidisiplin yang dilakukan para pakar dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk bekerja secara terarah.

"Penelitian yang relevan dengan penanganan bencana, tentunya bisa memberikan kontribusi bagi penanganan pascabencana," ujar dia.

Keseriusan Pemerintah Mengatasi Bencana

Pakar Dukung Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Bentukan Prabowo: Hasil Kerja Dinanti Para Korban
Pakar Dukung Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Bentukan Prabowo: Hasil Kerja Dinanti Para Korban istimewa

Pakar teknologi pertanian Prof. Chay Asdak juga menilai pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana sudah tepat. Dia berpendapat Satgas itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi bencana di Sumatra.

"Satgas harus bekerja cepat berdasarkan proses dan substansi yang benar. Keberadaan Satgas Percepatan ini adalah respons rasional dari pemerintah dan komposisi personelnya harus melibatkan orang-orang yang kompeten berdasarkan latar belakang akademisnya," ujar Chay.

Menurut Chay, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi harus diakui merupakan akumulasi dari curah hujan yang ekstrem serta hilangnya tutupan hutan akibat pembukaan lahan. Namun, dia mengingatkan agar semua pihak tidak saling menyalahkan dalam situasi ini, tetapi harus saling membantu.

"Sudah saatnya semua kalangan, termasuk antar elite pemerintah berhenti saling salah menyalahkan penyebab terjadinya bencana Sumatra. Saatnya kita perkuat dengan saran-saran akademis untuk Satgas," tuturnya.

Mentri Tito Jadi Ketua Satgas

Presiden Prabowo membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang difokuskan di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ditunjuk sebagai Ketua Satgas.

Berbeda dengan peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang fokus pada masa tanggap darurat, Satgas ini memiliki cakupan kerja yang lebih luas hingga ke tahap pemulihan total infrastruktur vital yang rusak akibat bencana.

Rekomendasi