Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Terus Berlanjut, Puluhan Warga Masih Hilang
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari puluhan warga yang masih hilang akibat Longsor Bandung Barat di lereng Gunung Burangrang, Jawa Barat, menyusul hujan deras yang memicu bencana ini.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar masih terus dilakukan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hal ini menyusul bencana longsor yang terjadi di lereng Gunung Burangrang pada Sabtu pagi. Lebih dari 80 warga dilaporkan masih hilang akibat insiden tragis ini.
Bencana longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tanah longsor dan gelombang lumpur menyapu permukiman warga. Tim gabungan dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk menemukan para korban yang tertimbun.
Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, menyatakan bahwa total 113 warga terdampak longsor. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi, sementara 8 orang ditemukan meninggal dunia. Sebanyak 82 warga lainnya masih dalam pencarian.
Upaya Pencarian Intensif Korban Longsor
Pencarian korban Longsor Bandung Barat melibatkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kepolisian, dan militer. Anjing pelacak juga turut dikerahkan untuk membantu menemukan korban yang tertimbun longsoran. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara langsung mengoordinasikan operasi penyelamatan di lokasi bencana.
Pemerintah memprioritaskan penanganan korban yang berhasil diselamatkan, dengan beberapa di antaranya telah dievakuasi ke pusat pengungsian. Tim penyelamat masih menunggu kondisi cuaca yang lebih baik untuk melanjutkan operasi secara maksimal, mengingat potensi bahaya di lokasi kejadian.
“Dari 113 warga yang terdampak, 23 selamat dan telah ditangani. Sementara itu, 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih hilang,” ujar Suryatman di dekat lokasi bencana. Fokus utama saat ini adalah menemukan para korban yang masih hilang dan memastikan keselamatan tim penyelamat.
Kronologi dan Dampak Bencana Longsor
Longsor yang melanda wilayah Cisarua, Bandung Barat, ini terjadi sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat. Kepala Kepolisian Sektor Cisarua, Ajun Komisaris Yogaswara, menjelaskan bahwa saksi mata melaporkan mendengar suara gemuruh keras sebelum gelombang lumpur menerjang rumah-rumah di Desa Pasirlangu.
“Warga mendengar suara gemuruh yang kuat, diikuti oleh longsor yang menyapu dusun Pasirkuning hingga Pasir Kuda. Banjir bandang juga dilaporkan terjadi setelahnya,” kata Yogaswara. Puluhan rumah warga dilaporkan terkubur di bawah timbunan longsoran dan puing-puing akibat bencana ini.
Kondisi tanah yang tidak stabil di lokasi kejadian meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga tim penyelamat dan warga diimbau untuk tetap waspada. Area terdampak telah diisolasi untuk mencegah warga mendekat dan menghindari korban tambahan.
Imbauan Kewaspadaan dan Mitigasi Bencana
Kepala Kepolisian Sektor Cisarua mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjauhi area yang terdampak longsor. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan. Pihak berwenang terus memantau kondisi geologis di sekitar Gunung Burangrang.
“Kami mengerahkan upaya kami dalam mencari korban yang hilang sambil memastikan keselamatan para pekerja penyelamat,” tambah Yogaswara. Edukasi mengenai tanda-tanda awal longsor dan jalur evakuasi juga terus disampaikan kepada masyarakat sekitar.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait sedang menyusun rencana jangka panjang untuk mitigasi bencana di wilayah rawan longsor seperti Bandung Barat. Ini termasuk pemetaan ulang area berisiko tinggi dan pembangunan sistem peringatan dini untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa di masa depan.
Sumber: AntaraNews