Evakuasi KA Ciremai Longsor: KAI Alihkan Penumpang dengan Bus di Bandung Barat

PT KAI Daop 2 Bandung melakukan evakuasi penumpang KA Ciremai Longsor menggunakan bus setelah jalur kereta di petak Maswati-Sasaksaat tertimbun material longsor, memastikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Evakuasi KA Ciremai Longsor: KAI Alihkan Penumpang dengan Bus di Bandung Barat
PT KAI Daop 2 Bandung melakukan evakuasi penumpang KA Ciremai Longsor menggunakan bus setelah jalur kereta di petak Maswati-Sasaksaat tertimbun material longsor, memastikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengambil tindakan cepat dalam mengevakuasi penumpang KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung pada Rabu (1/4). Evakuasi ini dilakukan setelah jalur kereta di petak Maswati-Sasaksaat, Bandung Barat, tertimbun material longsor. Kejadian ini menyebabkan lokomotif anjlok dan kereta harus terhenti total, sehingga perjalanan tidak dapat dilanjutkan.

Insiden longsor yang terjadi di wilayah Bandung Barat ini memaksa KAI Daop 2 Bandung untuk mengalihkan perjalanan penumpang menggunakan skema overstapen, yakni pengalihan penumpang ke moda transportasi lain. Seluruh penumpang dan kru KA Ciremai bernomor 174B dipastikan dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa. Keselamatan penumpang menjadi fokus utama dalam penanganan rintangan jalan ini.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan komitmen KAI terhadap keselamatan operasional. Meskipun jadwal perjalanan terganggu secara signifikan, KAI tetap mengutamakan aspek keselamatan jiwa para penumpang dan kru. Petugas segera diterjunkan ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah insiden longsor yang menimbun jalur kereta, PT KAI Daop 2 Bandung segera bertindak untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang. Proses evakuasi penumpang KA Ciremai dilakukan dengan menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

Kuswardojo, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, secara tegas menyatakan bahwa seluruh penumpang dan kru KA Ciremai dalam kondisi aman. Pernyataan ini memberikan kepastian kepada publik mengenai penanganan insiden tersebut. KAI selalu menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasionalnya.

Skema overstapen diterapkan untuk memastikan kelanjutan perjalanan penumpang yang terdampak. Petugas di lapangan sigap membantu mengarahkan penumpang selama proses evakuasi. Penanganan cepat ini menunjukkan kesiapan KAI dalam menghadapi situasi darurat seperti longsor yang menghambat jalur kereta api.

Material longsor yang menutupi jalur kereta api berdampak besar pada operasional KAI Daop 2 Bandung. Akibatnya, penyesuaian jadwal besar-besaran tidak dapat dihindari, termasuk pembatalan beberapa perjalanan kereta api. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para calon penumpang yang telah merencanakan perjalanannya.

Tiga perjalanan KA Parahyangan dengan relasi Gambir-Bandung PP, yaitu KA 134B, 139B, dan 140B, dibatalkan secara total. Selain itu, pembatalan sebagian relasi juga diterapkan pada sejumlah rangkaian kereta lainnya. Kereta-kereta tersebut meliputi KA Harina (102), KA Papandayan (129B), KA Serayu (288-289), KA Ciremai, serta KA Commuter Line Garut (349 dan 350).

Kuswardojo menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Pihak KAI memahami dampak yang ditimbulkan oleh pembatalan dan penyesuaian jadwal tersebut. Mereka berupaya keras untuk memulihkan kondisi secepat mungkin agar layanan dapat kembali normal.

Saat ini, tim petugas sarana dan prasarana telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Mereka bekerja keras untuk membersihkan material longsor yang menimbun jalur kereta api. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk mempercepat proses normalisasi jalur agar operasional kereta api dapat segera pulih.

KAI juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Penting bagi penumpang untuk selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan. Hal ini demi kelancaran proses penanganan insiden dan keselamatan bersama seluruh pihak yang terlibat.

Penumpang diharapkan untuk terus memantau informasi terbaru dari KAI terkait skema pengalihan perjalanan atau pembatalan tiket. Informasi dapat diperoleh melalui saluran resmi KAI atau petugas di stasiun. Kerjasama dari penumpang sangat dibutuhkan untuk memastikan semua proses berjalan lancar dan aman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi