Pencarian ABK Tenggelam Muara Baru Terus Berlanjut, Kronologi Terungkap
Petugas gabungan masih intensif mencari ABK Tenggelam Muara Baru di Pelabuhan Muara Baru. Simak kronologi lengkap insiden tragis ini yang mengungkap detik-detik korban tercebur ke laut.
Jakarta, 10 Januari 2026 – Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Prima Hasil Samudra, Aria Wijaya, yang tercebur ke laut dan tenggelam di dekat Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (9/1) sore, memicu respons cepat dari berbagai pihak yang terlibat dalam operasi SAR. Hingga Sabtu pagi, korban masih belum ditemukan, dan upaya pencarian terus ditingkatkan di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, menyatakan bahwa pencarian masih berlangsung. “Hingga Sabtu pagi, ABK tersebut masih belum diketemukan dan petugas gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi,” kata AKBP Aris Wibowo di Jakarta, Sabtu. Fokus utama saat ini adalah menemukan Aria Wijaya dan memberikan dukungan kepada keluarga korban yang menunggu kabar.
Operasi pencarian melibatkan personel Polsek Kawasan Muara Baru, Basarnas, dan Bakamla. Mereka menggunakan perahu karet dengan menerapkan tiga metode pencarian yang berbeda. Metode tersebut meliputi visual, penggunaan jangkar, dan penyelaman, untuk memastikan seluruh area terdampak dapat diperiksa secara menyeluruh.
Kronologi Insiden Tragis ABK Tenggelam Muara Baru
Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui setelah seorang pengurus kapal, Susanto, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kawasan Muara Baru. Susanto, pengurus KM Prima Hasil Samudra, datang ke Polsek pada Jumat (9/1) sekitar pukul 16.30 WIB untuk memberikan laporan.
Menurut laporan Susanto, insiden ABK tenggelam terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada hari yang sama. Aria Wijaya, salah satu ABK KM Prima Hasil Samudra, terjatuh di Kolam Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru dan belum ditemukan. Menanggapi laporan ini, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kawasan Muara Baru segera melakukan pemeriksaan lokasi awal kejadian.
Pencarian awal dilakukan secara visual di sekitar area, namun korban masih belum berhasil ditemukan. Selanjutnya, petugas piket Unit Reskrim bersama pengurus KM Prima Hasil Samudra berkoordinasi dengan Pos Pol Air Polda Metro Jaya. Koordinasi ini dilakukan di Gedung Pompa Muara Baru untuk membahas strategi pencarian korban yang terjatuh.
Petugas piket Pol Air Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa standar operasi pencarian selam laut hanya dapat dilakukan saat matahari terbit hingga sore hari. Oleh karena itu, pelaksanaan pencarian pada Jumat sore ditunda dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Sabtu pagi. Penundaan ini dilakukan demi keamanan petugas dan efektivitas operasi SAR.
Detik-Detik Korban Tercebur dan Upaya Penyelamatan
Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru, Ipda Fauzi Widi Pratma, menjelaskan kronologi lebih detail mengenai insiden tersebut. Sebelum tercebur ke laut, korban Aria Wijaya berencana untuk mandi di dekat haluan depan kapal.
Berdasarkan keterangan dari Susanto, kepala mesin kapal KM Prima Hasil Samudra menghubunginya setelah korban terbangun dari tidur. Aria Wijaya kemudian turun dari kamar nakhoda di lantai dua melalui tangga sebelah kiri menuju haluan depan kapal.
Saat itu, korban membuka baju untuk mandi dengan cara membuka tutup palka tempat penampungan air bersih. Nahas, korban terpeleset dan langsung tercebur ke dalam air. Saksi yang melihat kejadian tersebut segera berlari ke bagian tengah kapal untuk mengambil tali yang terikat di haluan depan kapal.
Saksi mencoba menolong korban dengan melemparkan tali ke dalam air kolam laut. “Namun korban sudah masuk ke dalam air dan tidak tertolong,” kata Ipda Fauzi Widi Pratma, menggambarkan upaya penyelamatan yang gagal.
Upaya Pencarian Berkelanjutan oleh Petugas Gabungan
Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap ABK Aria Wijaya masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Personel dari Polsek Kawasan Muara Baru, Basarnas, dan Bakamla bekerja sama tanpa henti. Mereka mengerahkan perahu karet untuk menyisir area perairan di sekitar Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru.
Metode pencarian yang digunakan sangat beragam untuk memaksimalkan peluang penemuan korban. Tim melakukan pencarian visual di permukaan air, menggunakan jangkar untuk menyisir dasar laut, dan juga melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Semua upaya ini dilakukan secara sistematis untuk mencakup area seluas mungkin.
Komitmen petugas gabungan untuk menemukan Aria Wijaya tetap tinggi, meskipun kondisi di lapangan seringkali menantang. Keluarga korban dan masyarakat berharap agar Aria Wijaya dapat segera ditemukan. Operasi ini akan terus berlanjut hingga ada hasil yang signifikan, menunjukkan dedikasi tim SAR dalam setiap misi penyelamatan.
Sumber: AntaraNews