Pemuda Katolik Lampung Gelar Diklat Tanggap Bencana, Siap Hadapi Ancaman Megathrust
Sebanyak 133 anggota Pemuda Katolik Lampung mengikuti Diklat Tanggap Bencana di SPN Polda Lampung, mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman Megathrust dan bencana alam lainnya.
Sebanyak 133 anggota Pemuda Katolik Lampung mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Tanggap Bencana. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Kota Bandar Lampung. Diklat berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 16 hingga 18 Januari 2026, dengan fokus pada kesiapsiagaan bencana.
Diklat ini juga mencakup materi aksi kemanusiaan, bela negara, serta konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran Pemuda Katolik. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung, Falentinus Andi, menyatakan bahwa kegiatan ini merespons potensi ancaman Megathrust. Ancaman tersebut dinilai rawan berdampak signifikan di wilayah Lampung.
Total 163 peserta terdaftar, namun 133 orang hadir dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pemuda Katolik merasa memiliki tanggung jawab besar untuk terlibat langsung dalam membantu masyarakat. Keterlibatan ini sangat krusial terutama saat terjadi bencana alam yang tidak terduga.
Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Megathrust di Lampung
Materi diklat secara khusus difokuskan pada isu tanggap bencana, terutama dalam merespons potensi ancaman Megathrust. Lampung diidentifikasi sebagai salah satu provinsi yang berpotensi terdampak serius oleh fenomena ini. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko.
Falentinus Andi menjelaskan bahwa lima kabupaten dan kota di Lampung sangat berisiko terdampak Megathrust. Wilayah tersebut meliputi Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, dan Tanggamus. Oleh karena itu, Pemuda Katolik merasa terpanggil untuk mempersiapkan anggotanya.
Potensi tsunami akibat Megathrust diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga 30 meter. Kondisi ini menuntut setiap elemen masyarakat untuk memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan mitigasi yang memadai. Pemuda Katolik ingin memastikan anggotanya siap bertindak.
Memperkuat Peran Pemuda dalam Aksi Kemanusiaan dan Mitigasi Bencana
Selain fokus pada tanggap bencana, peserta diklat juga dibekali materi penting lainnya seperti bela negara dan aksi kemanusiaan. Pembekalan ini bertujuan untuk membentuk karakter anggota yang tidak hanya sigap bencana, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme dan kepedulian sosial. Pemuda Katolik berupaya menjadi garda terdepan.
Tujuan utama dari diklat ini adalah agar para anggota memiliki bekal dan pengetahuan yang cukup ketika bencana terjadi. Pengetahuan mitigasi bencana, khususnya untuk banjir, gempa, dan potensi tsunami, menjadi sangat penting. Lampung memang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam.
Penguatan struktur organisasi juga menjadi bagian integral dari kegiatan ini. Falentinus Andi menekankan pentingnya Pemuda Katolik yang solid hingga tingkat kabupaten/kota (komcab), kecamatan (komac), hingga desa atau ranting. Konsolidasi ini memastikan koordinasi yang efektif saat dibutuhkan.
Kolaborasi dengan Kepolisian dan Pentingnya Kedisiplinan
Pemilihan SPN Polda Lampung sebagai lokasi diklat merupakan bagian dari kolaborasi strategis dengan pihak kepolisian. Kolaborasi ini bertujuan untuk membentuk kedisiplinan peserta secara menyeluruh. Kedisiplinan adalah elemen krusial dalam penanganan bencana yang efektif dan terkoordinasi.
Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan baris-berbaris hingga manajemen waktu yang efisien. Peserta juga diajarkan mengenai sikap dan kode-kode kedaruratan yang harus diterapkan saat menghadapi situasi bencana. Ini semua untuk memastikan respons yang cepat dan tepat.
“Kedisiplinan itu penting dalam penanganan bencana. Dari bangun pagi sampai cara bertindak di lapangan, semua harus terlatih dan terukur,” ujar Falentinus Andi. Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap tindakan dalam penanganan bencana memerlukan perencanaan dan eksekusi yang disiplin.
Sumber: AntaraNews