TNI AD Terjunkan Perwira Siswa untuk Perkuat Penanganan Bencana di Garut

Puluhan perwira siswa TNI AD diterjunkan ke Garut dalam program Kuliah Kerja Lapangan untuk mengkaji penanganan bencana dan memperkuat ketahanan nasional. Inisiatif TNI AD Penanganan Bencana Garut ini diharapkan membawa solusi konkret bagi wilayah rawan b

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI AD Terjunkan Perwira Siswa untuk Perkuat Penanganan Bencana di Garut
Puluhan perwira siswa TNI AD melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan di Kabupaten Garut, fokus pada penanganan bencana dan penguatan ketahanan nasional, mengingat kompleksitas geografis wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat signifikan ba (AntaraNews)

Sebanyak 23 perwira siswa dari TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, fokus pada penanganan bencana alam dan penguatan ketahanan nasional. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai sejak Senin, 6 April 2026, dengan melibatkan penelitian dan wawancara mendalam.

Dipimpin oleh Perwira Koordinator Lapangan Kolonel Inf Choirul Ikmal, para perwira siswa ini akan menggali data dan informasi dari berbagai pihak terkait di Garut. Tujuan utama KKL ini adalah menyelaraskan kebijakan pusat dengan implementasi di lapangan, khususnya dalam menghadapi potensi bencana.

Inisiatif ini merupakan bagian dari pendidikan Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 dengan tema "Sinergitas Komponen Bangsa dalam Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Ketahanan Nasional". Pemilihan Garut sebagai lokasi KKL didasari oleh karakteristik geografisnya yang kompleks dan rawan bencana.

Sinergi Penanggulangan Bencana di Garut

Selama empat hari pelaksanaan KKL, para perwira siswa akan aktif mengumpulkan data dan informasi melalui serangkaian wawancara. Mereka akan berinteraksi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi target utama wawancara. Data yang terkumpul diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai mekanisme penanganan bencana di tingkat daerah.

Kolonel Inf Choirul Ikmal menjelaskan bahwa sebelum terjun ke lapangan, para perwira siswa telah melakukan persiapan matang. Mereka menginventarisasi masalah dengan mengumpulkan data awal dari berbagai kementerian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil penelitian dan wawancara ini nantinya akan diseminarkan untuk merumuskan ide dan gagasan yang inovatif. Diharapkan, temuan-temuan ini dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas kebijakan penanggulangan bencana dari tingkat pusat hingga daerah.

Garut: Wilayah Rawan Bencana dan Kebutuhan Kolaborasi

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik kedatangan perwira siswa TNI AD ini, mengingat Garut merupakan daerah dengan potensi bencana alam tertinggi kedua di Jawa Barat. Setiap hari, laporan kejadian bencana alam terus diterima, termasuk kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.

Menurut Bupati, penanganan darurat bencana tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk Tim SAR, TNI, Polri, dan masyarakat.

Kolaborasi ini krusial untuk berbagai aspek penanganan bencana, mulai dari distribusi bantuan pangan hingga pelayanan kesehatan bagi korban. Sinergi antara seluruh komponen bangsa menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bencana alam yang kompleks.

Bupati Abdusy Syakur Amin berharap kegiatan KKL ini dapat memperkuat sinergitas dan memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Kabupaten Garut. Ide dan gagasan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas daerah dalam penanganan bencana.

Memperkuat Ketahanan Nasional Melalui Pendidikan Lapangan

Kegiatan KKL ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif pendidikan, tetapi juga memiliki misi yang lebih besar, yaitu menjaga ketahanan nasional. Kolonel Inf Choirul Ikmal menegaskan bahwa niat utama mereka adalah untuk ketahanan nasional bangsa dan negara.

Selain di Garut, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa daerah lain di Provinsi Jawa Barat. Hal ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mempersiapkan perwira siswa yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi riil di lapangan, khususnya terkait ancaman non-militer seperti bencana alam.

Kehadiran Perwira Penuntun Kolonel Kav Jacob James Patty, Dandim 0611/Garut Letkol Inf Andik Fachrizal, serta jajaran kepolisian dan aparatur pemerintah daerah Garut turut menandai pentingnya kegiatan ini. Ini mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap upaya peningkatan kapasitas penanganan bencana.

Melalui pengalaman langsung di lapangan, para perwira siswa diharapkan mampu mengembangkan strategi yang adaptif dan efektif. Ini akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional Indonesia di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi