IDM Gelar Pelatihan Tanggap Bencana Gempa bagi Siswa SMA di Bantul untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan

InJourney Destination Management (IDM) menyelenggarakan pelatihan tanggap bencana gempa di Bantul, melibatkan 200 siswa SMA untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayah rawan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
IDM Gelar Pelatihan Tanggap Bencana Gempa bagi Siswa SMA di Bantul untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan
InJourney Destination Management (IDM) berkolaborasi dengan Kemenko PMK dan Disdikpora DIY mengadakan Pelatihan Tanggap Bencana Gempa di Bantul bagi 200 siswa SMA, memperingati 20 tahun gempa DIY sekaligus memperkuat mitigasi bencana di daerah rawan. (AntaraNews)

InJourney Destination Management (IDM) menggelar pelatihan tanggap bencana gempa bumi bagi pelajar di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program InJourney Community Care yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 20 tahun peristiwa gempa bumi yang pernah melanda wilayah tersebut. Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 28 dan 29 Januari 2026, dengan melibatkan partisipasi 200 siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis, Bantul.

Inisiatif kolaboratif ini tidak hanya didukung oleh IDM, tetapi juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pelaksanaan pelatihan tanggap bencana gempa ini difasilitasi melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) yang ada di masing-masing sekolah. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan dasar para pelajar dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan di daerah yang memang rawan bencana, khususnya gempa bumi, agar masyarakat, terutama generasi muda, senantiasa siaga dan siap menghadapi kemungkinan terburuk. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang lebih erat untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat DIY dalam upaya mitigasi bencana.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana di Daerah Rawan

Komitmen IDM dalam program InJourney Community Care ini sangat vital mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Bantul, memiliki sejarah panjang dengan bencana alam. Leonardus Adityo Nugroho, Operation Group Head IDM, menegaskan pentingnya memperkuat kesadaran rekan-rekan di daerah rawan bencana agar terus siaga dan siap menghadapi bencana. Pemilihan lokasi pelatihan juga didasari fakta bahwa wilayah ini menjadi salah satu daerah terdampak paling parah saat gempa besar mengguncang Yogyakarta 20 tahun silam.

Koordinator PH Sekber SPAB DIY, Budi Santoso, menjelaskan bahwa Sekber SPAB DIY mengidentifikasi setidaknya 14 potensi bencana di DIY. Sementara itu, kajian risiko bencana di Kabupaten Bantul sendiri mencatat 11 potensi bencana, termasuk gempa, tsunami, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran, tanah longsor, kekeringan, abrasi, gelombang ekstrem, wabah penyakit, dan kegagalan teknologi. Kompleksitas potensi bencana ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Indikator utama dari Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) adalah terkumpulnya informasi mengenai ancaman, potensi kerentanan, dan tindakan penyelamatan yang efektif untuk mengurangi risiko bencana. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan keterampilan penanganan bencana di seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari lingkungan pendidikan.

Materi Pelatihan dan Peran Pelajar sebagai Pionir Mitigasi

Selama dua hari pelaksanaan pelatihan tanggap bencana gempa, 200 siswa-siswi mengikuti serangkaian materi intensif yang komprehensif. Materi tersebut mencakup spektrum mitigasi bencana yang luas, mulai dari pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan diri, prosedur evakuasi yang aman, hingga simulasi penanganan darurat. Para peserta diajarkan untuk merespons bencana dengan tenang, mencari perlindungan yang tepat, serta melakukan simulasi jalur evakuasi menuju titik kumpul tanpa kepanikan.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Tukiman, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting untuk mengenalkan kembali potensi rawan bencana di wilayah DIY. Ia menyoroti kompleksitas potensi bencana di DIY dan menyatakan rasa syukur atas kesempatan belajar bersama untuk mengurangi kepanikan saat menghadapi bencana. Tukiman juga berharap agar para siswa yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi pionir dan agen perubahan.

Para pelajar diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana yang baik kepada teman-teman sekelas maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi individu yang tanggap bencana, tetapi juga katalisator dalam membangun komunitas yang lebih siap siaga.

Kolaborasi Multi Pihak untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana

Pelatihan tanggap bencana gempa ini merupakan hasil kolaborasi erat antara InJourney Destination Management (IDM) dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Keterlibatan Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) di setiap sekolah menjadi jembatan penting dalam implementasi program ini. Kolaborasi semacam ini sangat krusial untuk memastikan bahwa upaya mitigasi bencana dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Leonardus Adityo Nugroho menekankan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal untuk memperkuat kerja sama yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk semakin memperkuat manfaat bagi masyarakat DIY dalam hal kesiapsiagaan bencana. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang tangguh terhadap bencana.

Melalui program InJourney Community Care ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dapat terus meningkat. Dengan adanya pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat DIY dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang ada.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi