Pemprov Maluku Minta Peran UIN AMSA Jaga Kondusivitas Pascabentrok Ambon
Pemerintah Provinsi Maluku menekankan pentingnya Peran UIN AMSA dalam menjaga situasi kondusif di Ambon pascabentrok, demi keberlanjutan pendidikan dan perekonomian daerah.
AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku secara tegas meminta Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah pascabentrok yang terjadi di Ambon. Permintaan ini disampaikan mengingat posisi strategis perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, pencerahan, dan perekat sosial di tengah masyarakat. Situasi yang aman dan tenteram merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan ekonomi.
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, di Ambon pada Minggu (28/12), menggarisbawahi bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk turut serta dalam memelihara keamanan dan ketenteraman sosial. Keberlangsungan proses belajar mengajar dan pengembangan ilmu pengetahuan sangat bergantung pada lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu, UIN A.M. Sangadji Ambon diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya menjaga perdamaian.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap insiden bentrok antarwarga yang terjadi di sekitar kawasan UIN A.M. Sangadji Ambon pada 26 Desember 2025, yang mengakibatkan 10 korban luka-luka harus dilarikan ke rumah sakit. Insiden tersebut menjadi pengingat akan kerapuhan stabilitas sosial dan urgensi peran semua pihak, termasuk civitas akademika, dalam mencegah terulangnya kejadian serupa. Pemprov Maluku berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan memastikan penegakan hukum berjalan efektif.
Perguruan Tinggi sebagai Pilar Perdamaian dan Pencerahan
Perguruan tinggi, khususnya UIN A.M. Sangadji Ambon, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga memiliki peran krusial sebagai agen perdamaian. Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk dialog konstruktif, tempat berbagai pandangan dapat bertemu dan diselesaikan secara damai. Peran UIN AMSA dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan sangat dibutuhkan.
Wakil Gubernur Abdullah Vanath menegaskan bahwa kampus harus menjadi penyejuk di tengah perbedaan, serta memberikan contoh nyata dalam merawat perdamaian di Maluku. Lingkungan pendidikan yang sehat akan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial tinggi. Tanggung jawab moral ini mencakup upaya aktif untuk mencegah konflik dan mempromosikan kerukunan antarwarga.
Keberlangsungan dunia pendidikan sangat bergantung pada situasi yang aman dan kondusif, sehingga UIN AMSA diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menjaga stabilitas. Tanpa keamanan, proses akademik akan terganggu, dan kualitas pendidikan pun dapat menurun. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika UIN A.M. Sangadji Ambon memiliki peran penting dalam memastikan lingkungan kampus dan sekitarnya tetap damai.
Stabilitas Keamanan, Fondasi Ekonomi dan Pendidikan Maluku
Keberadaan perguruan tinggi seperti UIN A.M. Sangadji Ambon juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi daerah melalui berbagai aktivitas pendidikan. Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan kampus, mulai dari biaya hidup mahasiswa hingga pengembangan riset, sangat besar. Namun, semua ini hanya dapat berjalan optimal jika stabilitas keamanan terjamin.
Abdullah Vanath menekankan bahwa keamanan dan kondusivitas adalah prasyarat utama bagi keberlanjutan pendidikan dan ekonomi Maluku. Tidak ada orang tua yang bersedia menyekolahkan anaknya di daerah yang dianggap tidak aman, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Maluku harus terus terpelihara. Oleh karena itu, menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk civitas akademika.
Situasi yang tidak kondusif dapat menghambat investasi, menutup peluang kerja, dan pada akhirnya memperlambat pembangunan daerah. Maluku hanya bisa maju jika masyarakatnya mampu menjaga keamanan, persatuan, dan saling menghargai. Inilah modal utama untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi Maluku.
Komitmen Pemprov dan Harapan untuk Civitas Akademika
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama pascabentrok dan menjelang momentum perayaan keagamaan. Langkah-langkah preventif dan penegakan hukum akan terus dilakukan terhadap setiap pelanggaran. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang dan aman, serta merayakan hari raya tanpa kekhawatiran.
Wakil Gubernur juga berpesan kepada para mahasiswa dan lulusan UIN A.M. Sangadji Ambon agar terus berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah. Mereka diharapkan menjadi agen perdamaian yang menyebarkan nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Maluku. Peran UIN AMSA dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan peduli terhadap lingkungan sosial sangat diharapkan.
Lulusan UIN A.M. Sangadji Ambon diharapkan tidak hanya sukses dalam karier pribadi, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan menjaga keamanan, persatuan, dan saling menghargai, Maluku dapat menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun masa depan daerah yang lebih sejahtera. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Sumber: AntaraNews