Polda Maluku Tindak Tegas Pelaku Tawuran UIN Ambon Bersenjata Tajam
Polda Maluku menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku tawuran UIN Ambon yang kedapatan membawa senjata tajam, menyusul bentrok yang melukai 10 orang di kawasan kampus.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengambil langkah tegas untuk menindak para pelaku tawuran di sekitar kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon, khususnya mereka yang terbukti membawa senjata tajam. Insiden bentrok yang terjadi pada Jumat (26/12/2025) ini mengakibatkan setidaknya 10 orang mengalami luka-luka, mendorong aparat keamanan untuk segera bertindak demi menjaga ketertiban umum.
Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keamanan masyarakat, khususnya dari aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan penting dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku yang membahas serius insiden berulang tersebut.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak penting, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, serta tokoh masyarakat, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menangani masalah tawuran UIN Ambon yang kerap terjadi. Langkah-langkah konkret telah disepakati untuk meredam dan menyelesaikan permasalahan ini secara menyeluruh.
Penegasan Tindakan Tegas Aparat Keamanan
Brigjen Pol Imam Thobroni menyatakan bahwa Polda Maluku tidak akan mentolerir tindakan anarkis, terutama yang melibatkan penggunaan senjata tajam. "Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang tertangkap tangan membawa senjata tajam dan diduga akan digunakan untuk tawuran," ujarnya di Ambon, Sabtu. Upaya paksa akan dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
Pengamanan di lokasi bentrok telah diperkuat dengan pengerahan 300 personel gabungan dari Polri dan TNI. Personel ini bertugas untuk mencegah eskalasi konflik dan memastikan situasi tetap kondusif. "Kami dibantu rekan-rekan TNI yang selalu siap memberikan dukungan. Langkah-langkah antisipasi terus kami lakukan agar situasi tetap terkendali," jelasnya.
Pertemuan Forkopimda yang digelar untuk menyikapi bentrok ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Kabinda Maluku, serta para Pejabat Utama Polda Maluku. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah ini menunjukkan koordinasi yang kuat dalam menghadapi permasalahan keamanan yang terjadi di UIN Ambon.
Respons Pemerintah Daerah dan Imbauan Masyarakat
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap insiden bentrok yang berulang di sekitar kampus UIN Ambon. Ia menyatakan bahwa pemerintah bersama TNI dan Polri telah bersepakat untuk mengambil langkah-langkah konkret guna meredam dan menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas.
"Saat ini kami bersama Pak Wakapolda, Pak Kasdam, dan seluruh unsur Forkopimda telah melakukan langkah-langkah agar permasalahan ini bisa segera tuntas dengan aman," kata Gubernur. Ia menilai bahwa bentrok di kawasan tersebut merupakan peristiwa yang terus berulang, sehingga membutuhkan penanganan serius dan komprehensif dari semua pihak terkait.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Ambon. "Mari kita jaga persaudaraan, toleransi antar sesama anak Maluku, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ajaknya.
Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing, salah satunya dengan memasang kamera pengawas (CCTV) secara mandiri. Menurut Gubernur, rekaman CCTV dapat sangat membantu aparat kepolisian dalam mempercepat proses penegakan hukum apabila terjadi gangguan keamanan.
Dampak dan Penyelidikan Lanjutan Tawuran UIN Ambon
Akibat bentrok yang terjadi di UIN Ambon, tercatat sebanyak 10 orang mengalami luka-luka. Para korban telah mendapatkan penanganan medis, dan kondisi mereka terus dipantau oleh pihak berwenang.
Polda Maluku saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti bentrok serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Proses hukum akan ditegakkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama bagi mereka yang terbukti membawa dan menggunakan senjata tajam dalam aksi kekerasan tersebut.
Sumber: AntaraNews