Pemprov Jambi Gelar Doa Bersama Pergantian Tahun 2026, Hadirkan Habib Syech
Pemerintah Provinsi Jambi memilih mengisi agenda Doa Bersama Pergantian Tahun 2026 dengan sholawat dan dzikir, tanpa pesta rakyat, serta menghadirkan ulama nasional Habib Syech.
Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2026. Alih-alih menggelar pesta rakyat atau hiburan massal, Pemprov Jambi memilih untuk mengadakan doa bersama dan sholawat sebagai agenda utama. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perayaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Jambi.
Keputusan ini diperkuat dengan adanya surat edaran resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi yang menegaskan tidak ada perayaan pesta rakyat. Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, memastikan bahwa malam pergantian tahun akan diisi dengan kegiatan keagamaan dan ceramah.
Acara puncak akan dipusatkan di Taman Mini H Zulkifli Nurdin, Arena Eks MTQ, pada tanggal 31 Desember 2025. Salah satu ulama nasional terkemuka, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, dijadwalkan hadir untuk memimpin sholawat dan dzikir bersama.
Kebijakan Pemprov Jambi di Malam Pergantian Tahun
Pemerintah Provinsi Jambi secara resmi telah mengeluarkan surat edaran terkait penyelenggaraan malam Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diterbitkan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi. Tujuannya adalah untuk memastikan perayaan pergantian tahun di seluruh wilayah Provinsi Jambi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Surat edaran bernomor 3280/SE/DISBUDPAR/-R.1/XII/2025 ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur terkait. Pihak-pihak tersebut diharapkan bekerja sama dalam pengamanan dan pelaksanaan kegiatan malam tahun baru. Dengan demikian, diharapkan tidak ada insiden yang mengganggu ketertiban umum.
Salah satu poin utama yang tertuang dalam keputusan tersebut adalah penegasan untuk tidak menyelenggarakan hiburan pesta rakyat. Sebagai gantinya, fokus utama adalah pada kegiatan yang bersifat reflektif dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Jambi dalam menciptakan suasana pergantian tahun yang lebih bermakna.
Doa Bersama dan Kehadiran Ulama Nasional
Sebagai bentuk refleksi dan penguatan nilai kebersamaan, Pemerintah Provinsi Jambi akan menggelar doa lintas agama pada 31 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi agenda utama dalam menyambut pergantian tahun. Acara tersebut akan dipusatkan di lokasi strategis, yaitu Taman Mini H Zulkifli Nurdin, Arena Eks MTQ.
Kehadiran ulama nasional terkemuka, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, akan menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut. Beliau dijadwalkan memimpin sholawat, dzikir, dan doa bersama. Partisipasi Habib Syech diharapkan dapat memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi masyarakat yang hadir.
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menegaskan bahwa acara ini merupakan pengganti dari perayaan pesta rakyat yang biasa digelar. Fokus pada kegiatan keagamaan ini diharapkan dapat membawa berkah dan kedamaian bagi Provinsi Jambi di tahun yang baru. Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana yang lebih khidmat dan positif.
Imbauan Kegiatan Positif untuk Masyarakat
Selain menggelar doa bersama, Pemerintah Provinsi Jambi juga mengimbau masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan positif lainnya. Imbauan ini bertujuan agar masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan cara yang lebih bermanfaat dan bermakna. Hal ini sejalan dengan semangat refleksi dan kebersamaan yang diusung Pemprov.
Masyarakat diajak untuk melakukan aksi sosial dan penggalangan donasi bagi para korban bencana. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan solidaritas. Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah perspektif perayaan tahun baru menjadi momen untuk berbagi dan peduli.
Dengan adanya kebijakan ini, Pemprov Jambi berharap malam pergantian tahun dapat menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat. Ini adalah upaya untuk menciptakan suasana pergantian tahun yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews