Pemkab Sigi Imbau Warga Sambut Pergantian Tahun Sigi dengan Kegiatan Religi

Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak masyarakat merayakan Pergantian Tahun Sigi dengan kegiatan religi dan sederhana, menghindari euforia berlebihan serta penggunaan petasan demi kamtibmas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Imbau Warga Sambut Pergantian Tahun Sigi dengan Kegiatan Religi
Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak masyarakat merayakan Pergantian Tahun Sigi dengan kegiatan religi dan sederhana, menghindari euforia berlebihan serta penggunaan petasan demi kamtibmas. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh warganya menjelang malam pergantian tahun 2026. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara resmi mengajak masyarakat untuk mengisi momen tersebut dengan kegiatan yang lebih religius dan bermakna. Langkah ini diambil untuk menciptakan suasana yang kondusif dan penuh refleksi di seluruh wilayah Sigi.

Imbauan ini secara spesifik meminta warga Muslim untuk berdzikir di masjid, sementara umat Nasrani dianjurkan beribadah di gereja pada malam pergantian tahun. Tujuannya adalah untuk menghindari euforia berlebihan yang kerap menyertai perayaan tahun baru. Surat edaran telah disebarkan kepada para camat dan kepala desa sebagai panduan pelaksanaan di tingkat lokal.

Moh Rizal Intjenae juga menekankan pentingnya kesederhanaan dalam menyambut tahun baru, mengingat adanya bencana banjir yang menimpa saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api sangat tidak dianjurkan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan yang memicu kerawanan seperti kebakaran juga diharapkan dapat dihindari sepenuhnya.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa surat edaran telah disampaikan kepada seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Sigi. Edaran tersebut berisi arahan jelas agar masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih positif dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dzikir di masjid bagi umat Muslim dan ibadah di gereja bagi umat Nasrani menjadi pilihan utama yang sangat disarankan untuk seluruh warga Sigi. Ini adalah langkah proaktif dari pemerintah daerah untuk membimbing masyarakat dalam menyambut momen penting tersebut.

Inti dari imbauan ini adalah untuk menekan euforia yang berlebihan dalam menyambut tahun baru, yang seringkali berujung pada hal-hal yang kurang bermanfaat. Rizal Intjenae menekankan bahwa perayaan sebaiknya dilakukan secara sederhana dan penuh keprihatinan, sebagai bentuk solidaritas. Kondisi bencana banjir yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menjadi dasar pertimbangan penting bagi Pemkab Sigi dalam mengeluarkan imbauan ini.

Masyarakat di Sigi diharapkan dapat menunjukkan empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang ditimpa musibah. Dengan tidak berlebihan dalam merayakan Pergantian Tahun Sigi, diharapkan suasana reflektif dan penuh doa dapat tercipta di seluruh penjuru kabupaten. Ini juga menjadi momen yang tepat untuk berdoa bersama kepada Allah SWT agar daerah dijauhkan dari segala bentuk bala, marabahaya, seperti banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.

Selain aspek religi dan kesederhanaan, Pemkab Sigi juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas) selama malam pergantian tahun. Bupati Rizal Intjenae secara tegas melarang penggunaan petasan dan kembang api oleh masyarakat. Larangan ini bukan tanpa alasan, mengingat potensi bahaya serius yang dapat ditimbulkan oleh benda-benda piroteknik tersebut. Keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Penggunaan petasan dan kembang api dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak, baik secara materiil maupun non-materiil. Selain itu, suara bising yang ditimbulkan serta potensi kericuhan juga dapat mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat di Sigi. Oleh karena itu, warga diminta untuk patuh pada peraturan yang berlaku dan bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Meskipun ada imbauan kuat untuk kegiatan religi, Pemkab Sigi tetap memperbolehkan warga untuk mengadakan kegiatan lain sebagai bagian dari perayaan. Namun, semua kegiatan tersebut harus tetap mematuhi peraturan yang ada dan tidak mengganggu kamtibmas. Ini adalah upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa momen Pergantian Tahun Sigi berjalan lancar, aman, damai, dan penuh makna bagi semua penduduk. Kerjasama semua pihak sangat diharapkan untuk mencapai tujuan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi