Pemprov DKI Siapkan Dua Rute Baru Transjabodetabek
Pemprov DKI Jakarta mengusulkan dua rute baru Transjabodetabek, Blok M–Bandara Soetta dan Cawang–Jababeka, untuk melayani koridor berpenumpang tinggi.
Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta berencana membuka dua rute baru layanan Transjabodetabek yang menghubungkan kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta dan Cawang–Jababeka, Cikarang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kedua rute tersebut diprioritaskan karena tingginya kebutuhan transportasi publik di jalur tersebut.
“Memang kami akan membuka rute-rute baru, yang pertama yang dari laporan Bapak-bapak dinas perhubungan adalah dari Blok M ke Bandara. Karena ini kebutuhannya sekarang tinggi sekali. Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka,” kata Pramono saat menghadiri groundbreaking Entrance Stasiun MRT Harmoni, Selasa (20/1).
Fokus Jalur Berpenumpang Tinggi
Pramono menjelaskan, pembukaan rute baru Transjabodetabek merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan jaringan transportasi publik yang saat ini telah terintegrasi hingga sekitar 92 persen, namun dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Maka untuk itu saya sudah sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan, untuk Trans-Jabodetabek kita akan buka rute-rute baru,” ujarnya.
Ia menilai rute Blok M–Bandara Soetta memiliki potensi okupansi penumpang yang tinggi, sejalan dengan tingginya aktivitas perjalanan dari dan menuju bandara.
“Saya yakin pasti dari bandara ke Blok M akan rame sekali,” kata Pramono.
Masih Menunggu Persetujuan Kemenhub
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa pembukaan dua rute baru tersebut masih dalam tahap pengajuan dan memerlukan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
“Tadi saya habis berbisik-bisik dengan Pak Dirjen, mudah-mudahan disetujui untuk dari Bandara ke Blok M,” ujarnya.
Selain bandara, kawasan industri Jababeka juga dinilai memiliki permintaan tinggi terhadap layanan Transjabodetabek, sebagaimana terlihat dari antusiasme penumpang pada rute-rute penyangga yang telah beroperasi.
“Seperti sekarang ini PIK 2 ke Blok M atau juga dari Bogor ke Blok M yang luar biasa,” kata Pramono.